Ubah Strategi, LPS Bidik Warga Berpendidikan SMA dan Rekening Kecil

LPS fokus sasar edukasi keuangan untuk masyarakat berpenghasilan di bawah Rp3,5 juta dan tabungan di bawah Rp100 juta.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 11 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.(Dok UGM)

Liputan6.com, Jakarta - Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 mengungkapkan mayoritas masyarakat Indonesia kini mulai memahami perlindungan atas simpanannya di bank. Sebanyak 62,51% responden tercatat mengetahui bahwa simpanan mereka dijamin.

Tak hanya itu, sebanyak 46,31% responden juga mengaku mengetahui keberadaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau setidaknya pernah melihat logo lembaga tersebut.

"62,51% penduduk berusia 15-79 tahun sudah mengetahui bahwa simpanannya dijamin. Kemudian, dari kelompok tersebut sebesar 46,31% mengetahui LPS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti dikutip dari Antara, Selasa (11/8/2026).

Meski pemahaman simpanan bank menunjukkan tren positif, pengetahuan masyarakat terkait program penjaminan polis asuransi rupanya masih tergolong rendah. SNLIK mencatat hanya 12,47% penduduk berusia 15-79 tahun pemegang polis asuransi selain BPJS yang paham bahwa polis mereka akan dijamin. Momen pelibatan LPS untuk kali pertama dalam survei indeks tahun ini pun dimanfaatkan secara maksimal.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menilai, hasil survei ini menjadi pijakan vital bagi LPS untuk memetakan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan edukasi.

Pasalnya, capaian literasi keuangan saat ini terlihat belum merata. Berdasarkan hasil analisis, ruang penguatan paling besar berada pada kelompok masyarakat berpendidikan SMA/sederajat, berpenghasilan di bawah Rp 3,5 juta per bulan, serta nasabah dengan simpanan di bawah Rp 100 juta.

Temuan tersebut langsung direspons LPS untuk merancang ulang strategi edukasi dan literasi keuangan ke depan agar lebih tepat sasaran.

"LPS akan lebih fokus pada kelompok atau masyarakat berpendidikan SMA ke bawah. Kalau kita mau sosialisasi, yang kita tuju adalah mereka yang berpendidikan SMA ke bawah. Kita bikin literasi, kita bikin festival. Mereka lah pengguna atau pemilik rekening yang perlu diedukasi,” ujar Anggito.

Strategi Edukasi Berbasis Komunitas dan Digital

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu

Guna menjangkau kelompok berpendidikan SMA ke bawah dan berpenghasilan rendah, LPS akan mengemas kegiatan edukasi dengan pendekatan ramah publik, seperti penggunaan bahasa sehari-hari, video pendek, hingga infografis. Arena edukasi pun bakal diperluas menyasar pasar, koperasi, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), tidak terbatas di kantor perbankan saja.

Sementara itu, untuk menyasar masyarakat dengan simpanan di bawah Rp 100 juta, LPS siap mengoptimalkan berbagai kanal interaksi nasabah. Informasi penjaminan simpanan akan diselipkan mulai dari proses pembukaan rekening, aplikasi perbankan, hingga layar ATM.

Khusus segmen perempuan dan lansia di wilayah perdesaan, pendekatan tatap muka secara langsung tetap menjadi jurus utama.

Dari deretan temuan SNLIK tahun ini, Anggito menarik empat kesimpulan utama bagi langkah LPS ke depan:

  1. Kesadaran masyarakat mengenai penjaminan simpanan mulai terbentuk, sedangkan pengetahuan mengenai rencana penyelenggaraan program penjaminan polis masih berada pada tahap awal.
  2. Masih terdapat ruang untuk memperkuat pengenalan LPS di masyarakat.
  3. Literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Pengetahuan mengenai penjaminan simpanan dan LPS cenderung meningkat sejalan dengan tingkat literasi keuangan.
  4. Program literasi perlu diarahkan secara lebih spesifik kepada segmen prioritas. Hasil SNLIK 2026 memungkinkan LPS mengarahkan edukasi berdasarkan kelompok usia, tingkat pendidikan, dan wilayah yang membutuhkan penguatan pemahaman.

"Literasi dapat diperkuat melalui pemilihan kanal, lokasi dan pesan yang sesuai dengan karakteristik tiap segmen," jelas Anggito.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya