Berjibaku Padamkan Api di Puncak B-29 Bromo

Tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Puncak B-29 Bromo.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 09 Agustus 2026, 18:31 WIB
Tim Gabungan lakukan pemadaman api di kawasan B29 Lumajang. (Liputan6.com/ Hermawan)

Liputan6.com, Lumajang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di sekitar obyek wisata Puncak B29, Desa Argosari, Kabupaten Lumajang. Menanggapi ancaman tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang bersama tim gabungan bergerak cepat memadamkan kobaran api yang membakar vegetasi di Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor.

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa langkah siaga sejatinya telah bergerak sejak Kamis (6/8/2026), guna memantau pergerakan api agar tidak meluas ke permukiman warga. Pemadaman intensif di lapangan kemudian dieksekusi secara masif sejak Sabtu (8/8/2026).

​"Satu regu TRC langsung bergerak ke Desa Argosari untuk memperkuat penanganan lapangan, berkoordinasi dengan jajaran terkait, dan memantau perkembangan titik api," ujar Isnugroho, Minggu (9/8/2026).

​Operasi pemadaman di area berbukit ini, kata dia, mengombinasikan taktik darat dan bombardment udara (water bombing).

Jalur darat pemadaman manual secara intensif dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, TNBTS Resort Ranupane, Babinsa Argosari, Polsek Senduro, Forkopimca Senduro, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ranupane dan Argosari. Petugas membuat sekat bakar (firebreak), menerapkan teknik gepyokan menggunakan dahan basah, hingga memotong pohon di sekitar jalur alternatif untuk memutus rantai bahan bakar api.

"Sedangkan di jalur udara dua unit helikopter pemadam dikerahkan melakukan water bombing dengan mengambil pasokan air dari Ranu Regulo sejak Jumat (7/8/2026) hingga Sabtu (8/8/2026) untuk menembus titik api yang sulit dijangkau personel darat," tambahnya.

​Mengingat medan yang terjal dan visibilitas yang menurun saat malam, personel menarik diri sementara dari lokasi Ledok Bedor sekitar pukul 16.00 WIB demi mengutamakan keselamatan jiwa petugas.

​Hingga saat ini, BPBD Lumajang bersama pihak otoritas TNBTS masih melakukan asesmen komprehensif di lapangan.

"Penyebab pasti munculnya titik api serta total luas lahan terdampak masih dalam proses penghitungan resmi oleh pihak pengelola kawasan taman nasional," paparnya.

​Pemkab Lumajang memastikan koordinasi lintas sektor akan terus berjalan secara berkelanjutan untuk memantau situasi secara real-time hingga seluruh titik api benar-benar padam total.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya