Liputan6.com, Jakarta - Para menteri perdagangan dari negara-negara anggota BRICS menyepakati sebagian besar poin penting dalam pertemuan tingkat menteri di India, meski belum menghasilkan pernyataan bersama (joint statement).
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus mendorong sistem perdagangan global yang adil, terbuka, transparan, serta berbasis aturan. Penegasan ini disampaikan pada sesi penutupan Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS (BRICS Trade Ministers' Meeting/TMM) di Jaipur, India.
Advertisement
"Indonesia mendukung penuh berbagai inisiatif konkret BRICS yang memperkuat perdagangan, mulai dari memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, membangun nilai pasok yang lebih tangguh, serta mendorong transformasi digital. Hal ini penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan," kata Mendag Budi dikutip dari Antara, Minggu (9/8/2026).
Dalam gelaran BRICS TMM kali ini, ada empat agenda utama yang menjadi fokus pembahasan:
1. Penguatan Sistem Perdagangan Multilateral: Menjadikan WTO sebagai pilar utama, mengutamakan pembangunan, memberikan perlakuan khusus bagi negara berkembang, serta memulihkan fungsi sistem penyelesaian sengketa dua tingkat.
2. Dukungan untuk UMKM Go Global: Mengakselerasi akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk menyusun pedoman penilaian kredit dan menyepakati Jaipur Consensus untuk mengkaji mekanisme invoice discounting di lingkungan BRICS.
Agenda Selanjutnya
3. Ketahanan Rantai Nilai Global: Menyusun rencana kerja (Workplan on BRICS Shared Understanding on Global Value Chains) demi membangun rantai pasok yang tangguh, efisien, dan ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan melalui digitalisasi dokumen perdagangan, peningkatan konektivitas, hingga penguatan kapasitas industri di kawasan ekonomi khusus.
4. Pengembangan Jasa Digital Lintas Batas: Menyepakati panduan (BRICS Principles to Facilitate Digitally Delivered Services Across Borders) guna memperluas perdagangan jasa digital antarnegara BRICS, mengasah keterampilan digital, serta memperkuat fondasi ekonomi digital di negara berkembang.
Mendag Budi menilai, di tengah ketidakpastian dan tantangan ekonomi global yang kian dinamis, sinergi konkret antarnegara anggota BRICS sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas perdagangan dunia.
"Indonesia menegaskan pentingnya menjaga sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan (rules-based) melalui WTO yang kuat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global. Pada saat yang sama, BRICS perlu terus menghadirkan kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang," tegas Mendag Budi.