Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kompensasi agar semakin tepat sasaran. Langkah ini ditempuh melalui kerja sama strategis bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kementerian ESDM dengan memberdayakan talenta muda lulusan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas.
Penyaluran BBM jenis Biosolar dan Pertalite menjadi fokus utama pengawasan tersebut. Hal itu ditegaskan oleh Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam agenda Program Ekstensifikasi Pengawasan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) di Bandung, Jawa Barat.
Advertisement
"Program ini merupakan upaya menjaga penyaluran BBM agar semakin tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak," katanya dikutip dari Antara, Jumat (7/8/2026).
Ia menyoroti betapa krusialnya sinergi antarsatuan kerja di internal Kementerian ESDM untuk memaksimalkan potensi lulusan yang telah dibina melalui PEM Akamigas.
"Ini merupakan apresiasi dan sinergi yang wajib dibangun di keluarga besar Kementerian ESDM untuk mengoptimalkan dan memanfaatkan putra-putri didik dari PEM Akamigas agar dapat memberikan kontribusi yang optimal dan dapat mendukung memperlancar dan menyiapkan generasi ke depan untuk mengawal distribusi BBM subsidi dan kompensasi," ujar Wahyudi.
Penerjunan Tim dan Penguatan Kompetensi
Pada tahap awal, kolaborasi antara BPH Migas dan BPSDM ESDM menugaskan 30 personel yang terdiri atas 28 pengawas lapangan serta 2 analis data. Sebelum diterjunkan langsung ke SPBU, seluruh petugas telah dibekali serangkaian pelatihan mulai dari refreshment training, penguatan kompetensi, hingga on the job training (OJT).
Proses penugasan ini ditandai secara simbolis lewat penyematan tanda pengenal dan rompi oleh Wahyudi kepada perwakilan tim. Para personel dijadwalkan mulai bertugas secara resmi di lapangan pada 10 Agustus 2026.
Wahyudi memandang keterlibatan lulusan PEM Akamigas sebagai fondasi penting bagi regenerasi SDM di sektor hilir migas. Bekal teori dan keterampilan praktis yang mereka miliki menjadi nilai tambah dalam proses pengawalan distribusi BBM.
"Sebagai tonggak awal kerja sama, program ini juga sebagai bukti bahwa lulusan PEM Akamigas merupakan generasi yang andal dan dapat dipercaya untuk mengelola dan meneruskan perjuangan tata kelola di bidang hilir migas, sehingga wajib kita dorong untuk menjadi generasi-generasi penerus pejuang dalam menjaga energi di lingkungan kementerian ESDM," tambahnya.
Keahlian lulusan PEM Akamigas dinilai mencakup spektrum luas, mulai dari tahap produksi, sistem logistik, hingga penyaluran ke konsumen. Hal tersebut menjadi acuan BPH Migas untuk memperkuat kapasitas SDM di bidang pengawasan, tata kelola administrasi, dan pengembangan teknologi informasi.
"Kita perlu akui bahwa mahasiswa-mahasiswi lulusan yang dikelola oleh PEM Akamigas di bawah naungan BPSDM ini memang sudah cukup unggul dan memiliki kemampuan yang cukup anadal di bidang tata kelola hilir migas. Baik itu mulai dari proses produksi, logistik dan bagaimana melakukan distribusi. Ini menjadi tolak ukur BPH Migas dalam mengembangkan SDM pada kegiatan pengawasan, penyiapan administrasi, serta pengembangan informasi dan teknologi," jelasnya.
Penataan rantai distribusi yang semakin tertata diharapkan mampu memperkokoh ketahanan energi nasional sekaligus memberi dampak positif bagi kawasan daerah.
"Ini sebagai wujud nyata BPH Migas yang saat ini terus bersinergi dalam menjalankan amanah pendistribusian migas di seluruh pelosok negeri. Semoga kolaborasi ini terus ditingkatkan dan dapat menjadikan peningkatan dan memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa dan negara serta menjunjung tinggi komitmen Kementerian ESDM dalam menyediakan energi di wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), khususnya dalam mengawal proses distribusi BBM untuk masyarakat tepat sasaran dan tepat manfaat," terangnya.
Apresiasi BPSDM dan Tugas di Lapangan
Kepala BPSDM Kementerian ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo menyambut baik langkah sinergis ini. Bagi pihak BPSDM, kesiapan dan kualitas SDM merupakan kunci utama agar kebijakan penyaluran BBM subsidi berjalan efektif di masyarakat.
"Kami di BPSDM mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh BPH Migas dalam menjalankan tugas dan fungsi untuk menjaga agar BBM subsidi yang tadi sudah diprogramkan oleh pemerintah itu tepat sasaran," ungkapnya.
Prahoro berharap kolaborasi ini berlanjut secara berkesinambungan demi merespons kebutuhan SDM berkeahlian khusus di industri migas.
"Harapannya, semua program BPH Migas dapat terselesaikan dengan baik dan tentunya berkat pengembangan SDM yang saat ini sudah ada, sehingga nanti kebutuhan-kebutuhan tertentu akan kami siapkan di BPSDM, khususnya yang ada di PEM Akamigas," imbuhnya.
Mengenai teknis pekerjaan, salah satu pengawas lapangan, Helmi Rizqi Santosa, mengungkapkan bahwa tim pengawas bakal memantau langsung proses penyaluran JBT dan JBKP di area SPBU. Di sisi lain, analis data Faza Annafiah menyampaikan peran timnya berfokus pada rekapitulasi data, validasi, pemantauan kualitas layanan, hingga pemeriksaan berkas administrasi dari hasil pengawasan lapangan.
Peluncuran program ini turut dihadiri oleh Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S, Direktur BBM BPH Migas Chrisnawan Anditya, Direktur PEM Akamigas Erdila Indriani, perwakilan Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Pjs Vice President Public Service Obligation Management Pertamina (Persero) Iqbal Dian, serta Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Area Bandung Raya Sindhu Priyo Windoko.