Liputan6.com, Jakarta - Kelompok provinsi di Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kawasan tersebut tumbuh 6,10 persen secara tahunan (y-on-y).
Dikutip dari laporan BPS, Jumat (7/8/2026), capaian itu melampaui pertumbuhan Pulau Jawa yang sebesar 5,65 persen, Sulawesi 5,53 persen, Sumatera 5,06 persen, dan Kalimantan 4,10 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi terendah terjadi di kelompok provinsi Maluku dan Papua sebesar 1,36 persen.
Advertisement
Meski menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, kontribusi Bali dan Nusa Tenggara terhadap perekonomian nasional masih sebesar 2,84 persen. Adapun Pulau Jawa tetap mendominasi struktur ekonomi Indonesia dengan kontribusi mencapai 56,47 persen, disusul Sumatera sebesar 22,50 persen.
Secara keseluruhan, BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026. Angka pertumbuhan ekonomi tersebut sedikit lebih rendah dari periode yang sama sebelumnya.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud mencatat ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan.
Dia mencatat nilai produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.552,1 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.576,2 triliun.
"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 dibandingkan dengan triwulan II 2025 atau secara year on year (yoy) tumbuh 5,29% ," kata Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).
Angka tersebut sedikit lebih rendah dari capaian pertumbuhan ekonomi tahunan di kuartal I 2026. Kala itu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61%.
Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 jika dibandingkan dengan triwulan I-2026 atau secara quartal to quartal (q to q) tumbuh sebesar 3,73%. Lalu, bila dibandingkan dengan semester I 2026 atau secara c-to-c, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,45%.