Liputan6.com, Seoul - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung pada Kamis (6/8/2026) memerintahkan pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menekan dampak gelombang panas yang memecahkan rekor di negara tersebut.
Instruksi itu disampaikan Lee dalam rapat bersama para menteri terkait dan kepala pemerintah daerah, di tengah suhu yang mendekati 40 derajat Celsius di sejumlah wilayah Korea Selatan.
Advertisement
Kota Yangsan di bagian tenggara Korea Selatan bahkan mencatat suhu 42,5 derajat Celsius pada Minggu (2/8), tertinggi sepanjang sejarah pencatatan di negara itu.
Menurut otoritas kesehatan, ribuan orang telah mendapat perawatan di rumah sakit akibat gangguan kesehatan terkait cuaca panas. Hingga Rabu (5/8), 21 orang dilaporkan meninggal dunia.
"Gelombang panas kemungkinan besar masih akan berlangsung cukup lama. Karena itu, pemerintah harus mengambil langkah luar biasa dan menjalankan sistem penanganan secara menyeluruh hingga kondisi ini mereda," kata Lee dalam rapat di kompleks pemerintahan, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap.
"Saya meminta seluruh kemampuan dan kewenangan pemerintah dikerahkan agar dampak gelombang panas dan kekeringan terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin."
Lee meminta pemerintah menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi cuaca ekstrem serta memberi perhatian khusus kepada lansia yang tinggal sendirian dan warga di kawasan permukiman kumuh.
Ia juga memerintahkan agar pekerja di luar ruangan diberi waktu istirahat pada jam-jam terpanas. Pemerintah diminta mengambil langkah untuk mencegah kerugian pada hewan ternak dan tanaman pertanian.
Selain itu, Lee menyerukan langkah antisipasi untuk memastikan ketersediaan air tetap mencukupi di tengah kekeringan yang semakin parah di wilayah selatan Korea Selatan.