Harga Minyak Hari Ini Anjlok 5%, Ini Penyebabnya

Harga minyak Brent dan WTI kompak turun di atas 5% hingga menyentuh di bawah US$ 80 per barel.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Agustus 2026, 07:46 WIB
Ilustrasi Harga Minyak Dunia. Foto: AFP

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak turun tajam pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026 (Rabu pagi Jakarta). Koreksi harga minyak terjadi setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengisyaratkan kemungkinan ada kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz paling cepat pekan ini.

Mengutip CNBC, Rabu (5/8/2026), harga minyak Brent turun 5,3%, dan ditutup di level US$ 79,36 per barel. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) merosot 5,7%, dan menetap di harga US$ 75,77.

"Kami sedang melakukan pembicaraan dengan pihak Iran," ujar Bessent kepada program "Squawk Box" di CNBC.

"Ada kemungkinan kita akan mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat tersebut dan bergerak menuju situasi yang lebih normal dalam konflik ini,” ia menambahkan.

"Hal itu berarti kebebasan lalu lintas," ujar Menteri Keuangan tersebut saat ditanya apakah Iran akan diizinkan memungut biaya lintas (tol).

Teheran sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan negara-negara Eropa membersihkan ranjau dari Selat Hormuz, menurut para diplomat yang mengetahui masalah tersebut sebagaimana dilaporkan Bloomberg News. Keberadaan ranjau di selat itu merupakan salah satu hambatan terbesar bagi normalisasi lalu lintas pelayaran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada akhir pekan lalu telah membatalkan serangan besar terhadap Iran demi memberi kesempatan bagi negosiasi terkait Selat Hormuz. AS dan Iran sempat menandatangani kesepakatan pada 17 Juni untuk membuka kembali selat tersebut, namun kesepakatan itu dengan cepat gagal.

Iran menginginkan kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz melalui perairan teritorial Republik Islam tersebut. Iran telah berulang kali menyerang kapal-kapal yang berlayar melintasi selat di lepas pantai Oman di bawah perlindungan militer AS.

 

Kata Pengamat

Di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan Inggris, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Tampak dalam foto, seorang pekerja mengumpulkan oli mesin saat bekerja di stasiun degassing di ladang minyak Zubair, yang operasinya telah dikurangi karena perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, dekat Basra, Irak, Sabtu, 28 Maret 2026. (AP Photo/Leo Correa)

Sebuah kapal kargo terkena hantaman proyektil tak dikenal pada Senin di lokasi sekitar 20 mil laut di timur laut Al Khasab, Oman, menurut laporan insiden dari United Kingdom Maritime Trade Operations Centre.

"Kecil kemungkinannya Iran akan menyetujui kesepakatan apa pun tanpa mendapatkan kendali atas Selat tersebut; oleh karena itu, kami menilai potensi kesepakatan apa pun kemungkinan besar akan gagal pada saat ini," tutur Direktur TD Securities, Ryan McKay.

Ia menuturkan, ekspor minyak melalui Selat Hormuz kemungkinan tidak akan melonjak setelah adanya kesepakatan.

“Arus pengiriman sudah sejalan dengan implikasi pemulihan produksi saat ini, yang mengisyaratkan bahwa potensi peningkatan arus bahkan di bawah kesepakatan yang komprehensif sangatlah minim," ia menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya