Liputan6.com, Seoul - Kantor Kepresidenan Korea Selatan atau Blue House menyatakan pada Sabtu (1/8/2026) bahwa Presiden Lee Jae Myung telah meminta Presiden Prabowo Subianto membantu membuka dialog antara Korea Selatan dan Korea Utara melalui kunjungan ke Pyongyang.
Blue House menegaskan bahwa pemerintah Korea Selatan selama ini terus menjajaki kerja sama dengan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia, terkait hubungan dengan kedua Korea.
Advertisement
"Pemerintah berpandangan bahwa negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Korea Selatan dan Korea Utara, termasuk Indonesia, dapat berperan secara konstruktif dalam mewujudkan perdamaian dan kehidupan berdampingan di Semenanjung Korea," kata Blue House dalam siaran persnya seperti dilaporkan media Korea Selatan, Aju Press.
Meski tidak memastikan apakah Lee telah menyampaikan permintaan resmi agar Prabowo mengunjungi Korea Utara, Blue House mengisyaratkan bahwa pembahasan mengenai peran Indonesia bukanlah gagasan yang muncul secara tiba-tiba. Hal itu merupakan bagian dari upaya diplomatik yang selama ini dilakukan untuk membuka kembali dialog antar-Korea.
Blue House juga merujuk pada hasil pertemuan puncak antara Korea Selatan dan Indonesia pada 1 April.
Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan bahwa dalam kunjungan kenegaraannya ke Korea Selatan pada April, Lee sempat menanyakan kesediaannya mengunjungi Korea Utara untuk membuka jalan bagi dialog.
Menurut laporan Reuters dan majalah Tempo, Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan kalangan pengusaha di istana kepresidenan sehari sebelumnya.
"Saat kunjungan saya terakhir di Seoul, Presiden Korea Selatan meminta kepada saya, bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog," sebut Prabowo saat berpidato di hadapan Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Istana Negara, Jakarta pada Jumat, 31 Juli.
Menirukan jawabannya kepada Presiden Lee, Prabowo mengatakan, "Wah, saya bilang, saya dengan hormat, dengan rela, kalau yang mulia meminta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat."
Prabowo menilai pertanyaan Lee mencerminkan kepercayaan terhadap politik luar negeri Indonesia yang mengedepankan sikap nonblok dalam menghadapi berbagai persoalan internasional.
"Indonesia berpegang teguh pada prinsip untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Indonesia akan berupaya mempererat hubungan dengan semua negara, menawarkan pendekatan melalui dialog, serta mendorong rekonsiliasi," ujarnya.
Indonesia memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Selatan dan Korea Utara serta menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif dan tidak berpihak. Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Korea Selatan pada 1973 dan dengan Korea Utara pada 1961.