12 Bahan Makanan yang Kualitasnya Bisa Menurun saat Disimpan di Kulkas

Tidak semua bahan makanan cocok disimpan di kulkas.

oleh Anugerah Ayu SendariDiterbitkan 28 Juli 2026, 16:32 WIB
Ilustrasi Isi Kulkas. (Foto: AI Generated)

Liputan6.com, Jakarta - Kulkas menjadi tempat andalan untuk menyimpan berbagai jenis makanan agar lebih awet. Namun, tidak semua bahan makanan cocok disimpan pada suhu dingin. Beberapa justru mengalami penurunan kualitas, mulai dari tekstur yang berubah, rasa yang berkurang, hingga aroma yang hilang setelah terlalu lama berada di dalam kulkas.

Hal ini terjadi karena sebagian bahan pangan berasal dari tanaman tropis atau memiliki karakter yang sensitif terhadap suhu rendah. Alih-alih lebih segar, makanan tersebut justru bisa menjadi lembek, kehilangan cita rasa, atau lebih cepat rusak.

Berikut 12 bahan makanan lain yang kualitasnya dapat menurun saat disimpan pada suhu dingin, dirangkum Liputan6.com, Selasa (28/7/2026).

Sayuran Buah

ilustrasi tomat/Photo by Deniz Altindas on Unsplash

1. Tomat

Tomat merupakan salah satu bahan yang paling sering disimpan di kulkas, padahal suhu dingin dapat merusak membran selnya. Akibatnya, tekstur tomat menjadi lebih lembek dan berair setelah dikeluarkan dari kulkas.

Selain itu, suhu rendah juga menghambat pembentukan senyawa volatil yang memberi aroma khas tomat. Rasanya pun menjadi kurang segar dibandingkan tomat yang disimpan pada suhu ruang.

2. Mentimun

Mentimun termasuk sayuran yang sensitif terhadap suhu terlalu rendah. Penyimpanan dalam kulkas selama beberapa hari dapat menyebabkan munculnya bercak, tekstur menjadi lembek, dan rasa tidak lagi segar.

Jika tidak terlalu panas, mentimun lebih baik disimpan di tempat sejuk pada suhu ruang dan segera dikonsumsi.

3. Terong

Terong juga mudah mengalami kerusakan akibat suhu dingin. Kulitnya bisa muncul bercak kecokelatan, sementara daging buah menjadi lembek lebih cepat. Simpan terong di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara baik apabila akan digunakan dalam waktu dekat.

 

Buah-Buahan

Ilustrasi buah pisang yang kaya manfaat Credit by unsplash.com/anastasia eremina

4. Pisang

Pisang yang belum matang tidak cocok disimpan di kulkas karena suhu dingin memperlambat proses pematangannya. Kulit pisang juga akan cepat berubah menjadi hitam meski bagian dalam buahnya masih layak dimakan. Penampilannya menjadi kurang menarik dan teksturnya bisa berubah jika disimpan terlalu lama.

5. Alpukat yang Belum Matang

Sama seperti pisang, alpukat mentah membutuhkan suhu ruang agar dapat matang secara alami. Jika langsung dimasukkan ke kulkas, proses pematangannya melambat sehingga buah tetap keras lebih lama.

6. Mangga

Mangga yang belum matang juga sebaiknya tidak langsung disimpan di kulkas. Suhu dingin menghambat proses pematangan sehingga rasa manis dan aromanya tidak berkembang secara optimal. Setelah matang, mangga boleh disimpan di kulkas untuk memperpanjang kesegarannya selama beberapa hari.

7. Melon dan Semangka Utuh

Melon dan semangka yang masih utuh sebenarnya tidak perlu langsung disimpan di kulkas. Buah ini masih memiliki kulit tebal yang berfungsi melindungi daging buah dari kerusakan sehingga cukup aman disimpan pada suhu ruang jika akan segera dikonsumsi. Penyimpanan terlalu lama di dalam kulkas dapat membuat rasa manisnya berkurang dan aroma buah menjadi kurang kuat.

Umbi dan Rempah

 

8. Kentang

Kentang sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, bukan di dalam kulkas. Suhu dingin mengubah pati menjadi gula sehingga rasa kentang menjadi lebih manis. Perubahan ini juga membuat kentang lebih cepat menghitam saat digoreng serta menghasilkan tekstur yang kurang ideal.

9. Bawang Merah dan Bawang Putih

Kelembapan di dalam kulkas dapat membuat bawang merah dan bawang putih lebih cepat berjamur, melunak, atau bertunas. Agar lebih awet, simpan bawang di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan terhindar dari sinar matahari langsung.

10. Kemangi dan Daun Basil

Daun herbal seperti kemangi dan basil sangat sensitif terhadap udara dingin. Daunnya mudah layu, menghitam, dan kehilangan aroma khas yang menjadi daya tarik utamanya.

Cara terbaik adalah menyimpannya di suhu ruang dalam wadah berisi sedikit air seperti menyimpan bunga segar, atau dibungkus longgar dengan tisu jika memang harus masuk kulkas.

Roti, Madu, Kopi

Ilustrasi Roti Gandum Selai Kacang dan Pisang/Gemini AI

11. Roti

Banyak orang mengira roti akan lebih awet jika dimasukkan ke kulkas. Padahal, suhu dingin justru mempercepat proses roti menjadi keras dan kering. Jika ingin disimpan beberapa hari, letakkan roti di wadah tertutup pada suhu ruang. Untuk penyimpanan jangka panjang, roti lebih baik dibekukan di freezer.

12. Madu

Madu memiliki kadar gula yang tinggi sehingga secara alami sudah tahan lama tanpa perlu didinginkan. Penyimpanan di kulkas justru mempercepat proses kristalisasi sehingga madu menjadi lebih kental dan sulit dituang, meski tetap aman untuk dikonsumsi.

13. Kopi Bubuk dan Biji Kopi

Kopi mudah menyerap aroma dari makanan lain di dalam kulkas. Selain itu, perubahan suhu saat wadah sering dibuka dapat memicu terbentuknya embun yang memengaruhi kualitas biji maupun bubuk kopi. Sebaiknya simpan kopi dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya matahari langsung.

14. Cokelat

anyak orang menyimpan cokelat di kulkas agar tidak meleleh, padahal cara ini tidak selalu tepat. Perubahan suhu dan kelembapan di dalam kulkas dapat memicu munculnya lapisan putih di permukaan cokelat yang dikenal sebagai fat bloom atau sugar bloom. Meski masih aman dikonsumsi, lapisan tersebut membuat tampilan cokelat kurang menarik dan teksturnya berubah. Selain itu, cokelat juga mudah menyerap aroma dari makanan lain di dalam kulkas sehingga cita rasanya bisa ikut terpengaruh.

Kapan Makanan Justru Perlu Disimpan di Kulkas?

Ilustrasi Isi Kulkas. (Foto: AI Generated)

Meski beberapa bahan lebih baik berada di suhu ruang, banyak makanan yang memang harus disimpan di kulkas demi menjaga keamanan dan kesegarannya. Daging, ayam, ikan, susu, yogurt, keju, makanan matang, serta buah atau sayuran yang sudah dipotong sebaiknya segera didinginkan agar tidak mudah ditumbuhi bakteri.

Karena itu, penting memahami karakter setiap bahan makanan. Menyimpan semua bahan di kulkas belum tentu membuatnya lebih awet. Dalam beberapa kasus, cara tersebut justru dapat menurunkan kualitas rasa, tekstur, aroma, hingga nilai gizinya.

Pertanyaan Seputar Makanan di Kulkas

1. Mengapa tidak semua makanan cocok disimpan di kulkas?

Karena suhu dingin dapat mengubah tekstur, rasa, aroma, hingga mempercepat kerusakan fisiologis pada beberapa jenis bahan makanan, terutama buah dan sayuran tropis.

2. Apa saja bahan makanan yang kualitasnya bisa menurun saat disimpan di kulkas?

Beberapa di antaranya adalah jeruk, tomat, kentang, bawang merah, bawang putih, pisang, alpukat mentah, mangga, mentimun, terong, kemangi, roti, madu, dan kopi.

3. Mengapa jeruk menjadi kering setelah lama disimpan di kulkas?

Paparan suhu dingin dalam waktu lama dapat menyebabkan jeruk kehilangan kadar air sehingga daging buah terasa lebih kering dan kurang berair saat dikonsumsi.

4. Apakah tomat lebih baik disimpan di kulkas?

Tidak selalu. Tomat yang belum terlalu matang lebih baik disimpan pada suhu ruang agar rasa dan aromanya tetap optimal. Kulkas dapat membuat teksturnya menjadi lembek.

5. Kenapa kentang tidak dianjurkan disimpan di kulkas?

Suhu dingin mengubah pati dalam kentang menjadi gula sehingga rasanya menjadi lebih manis dan warnanya lebih cepat menggelap saat digoreng.

6. Mengapa roti cepat keras di dalam kulkas?

Suhu kulkas mempercepat proses pengerasan atau staling, sehingga roti menjadi kering dan kurang lembut meski belum berjamur.

7. Apakah semua buah sebaiknya disimpan di kulkas?

Tidak. Buah seperti pisang, mangga, alpukat yang belum matang, dan jeruk umumnya lebih baik disimpan pada suhu ruang hingga matang atau siap dikonsumsi.

8. Makanan apa yang justru wajib disimpan di kulkas?

Daging, ayam, ikan, susu, produk olahan susu, makanan matang, serta buah dan sayuran yang sudah dipotong sebaiknya disimpan di kulkas untuk menjaga kesegaran dan menghambat pertumbuhan bakte

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya