Guru Honorer di NTT Dihantam Batu Aparat Desa saat Berangkat Mengajar

Percakapan keduanya kemudian memanas hingga berujung adu mulut.

oleh Ola KedaDiterbitkan 28 Juli 2026, 14:39 WIB
Ilustrasi Penganiayaan di Banyuwangi (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Guru honorer bernama Lusia Banunaek (44) diduga menjadi korban penganiayaan oleh perangkat desa di Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa itu terjadi saat korban hendak berangkat mengajar.

Penganiayaan tersebut terjadi di Kampung Ansaof, Desa Baus, Kecamatan Boking, pada Kamis, 23 Juli 2026, sekitar pukul 08.30 WITA. Terduga pelaku diketahui bernama Agnes Sofia Bana yang merupakan perangkat Desa Baus.

Kapolsek Boking Ipda Alfridus Bere mengatakan peristiwa bermula ketika korban melintas di depan rumah terduga pelaku dalam perjalanan menuju sekolah. Saat itu, korban dihentikan karena dituding pernah mengancam pelaku.

"Kasus ini telah dilaporkan secara resmi di Polsek," kata Alfridus, Senin (27/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku kemudian menanyakan kabar yang menyebut korban pernah melontarkan ancaman terhadap dirinya.

Korban lantas meminta penjelasan mengenai sumber informasi tersebut. Terduga pelaku menyebut seorang kepala dusun sebagai pihak yang menyampaikan kabar itu. Percakapan keduanya kemudian memanas hingga berujung adu mulut.

 

Korban Dihantam Batu

Dalam kondisi emosi, terduga pelaku diduga memukul korban di bagian mata, lalu menghantam kepala dan dahi korban menggunakan batu.

Akibatnya, Lusia mengalami luka berdarah di bagian kepala dan wajah serta lebam di mata. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Boking untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus menjalani visum.

Polisi telah menerima laporan atas peristiwa tersebut dan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya