Kronologi Tiga Ruko Terbakar, Barang Elektronik hingga Motor Ludes

Kebakaran diduga dipicu korsleting.a

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 28 Juli 2026, 14:29 WIB
Kebakaran tiga ruko di Bandar Lampung

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hebat melanda dua rumah toko (ruko) di kawasan Jalan Kimaja, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Selasa (28/7/2026). Kobaran api yang diduga dipicu korsleting melahap bengkel tambal ban sebelum merembet ke toko elektronik di sebelahnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas berjibaku memadamkan api selama hampir tiga jam hingga situasi berhasil dikendalikan sekira pukul 09.00 WIB.

"Sebanyak 10 unit mobil pemadam dan 35 personel kami kerahkan untuk memadamkan api, dibantu unsur TNI dan Polri," kata Anthoni, Selasa (28/7/2026).

Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, titik api diduga berasal dari bagian atas bengkel tambal ban. Api diduga dipicu korsleting pada instalasi di dalam bangunan, kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke ruko yang digunakan sebagai toko elektronik.

Selama proses pemadaman, petugas menghabiskan sekira 16 tangki air untuk menjinakkan kobaran api.

"Keterangan sejumlah saksi dan karyawan toko juga mengarah pada dugaan bahwa percikan api pertama kali muncul dari bagian atas bangunan sebelum menyambar material yang mudah terbakar," jelasnya.

Akibat peristiwa tersebut, kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 150 juta. Bengkel tambal ban mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta, sedangkan toko elektronik ditaksir merugi sekitar Rp 50 juta.

Sejumlah barang berharga ikut hangus terbakar, mulai dari tiga unit sepeda motor, peralatan bengkel, hingga berbagai perangkat elektronik seperti kulkas, mesin cuci, AC, kompor, magicom, kipas angin, serta perabot rumah tangga.

Anthoni menegaskan penyebab pasti kebakaran masih didalami kepolisian. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada korsleting berdasarkan hasil olah awal di lokasi dan keterangan para saksi.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Slamet, mengungkapkan api pertama kali terlihat sekitar pukul 06.00 WIB dari lantai dua salah satu ruko.

"Tidak lama setelah terlihat, api langsung membesar dan merambat ke bangunan di sebelahnya," ujar Slamet.

Ia menambahkan, pemilik ruko sempat tidak menyadari kebakaran yang terjadi. Beruntung, empat penghuni yang berada di dalam bangunan, terdiri dari pasangan suami istri dan dua balita, berhasil menyelamatkan diri melalui pintu samping sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya