Liputan6.com, Jakarta - Foam rolling kini tak lagi hanya menjadi perlengkapan yang mudah ditemukan di pusat kebugaran atau studio olahraga. Alat berbentuk silinder dari busa padat ini mulai banyak dimiliki di rumah karena praktis digunakan untuk membantu meredakan ketegangan otot, sekaligus mendukung proses pemulihan tubuh setelah beraktivitas.
Penggunaannya pun semakin luas, mulai dari atlet profesional, penggemar olahraga, hingga pekerja kantoran yang kerap merasakan pegal setelah duduk berjam-jam di depan komputer. Teknik yang digunakan dikenal sebagai self-myofascial release (SMR), yakni metode pijat mandiri dengan memberikan tekanan pada area otot tertentu menggunakan berat badan.
Advertisement
Foam roller dapat membantu mengurangi rasa kaku, meningkatkan mobilitas sendi, serta membuat tubuh terasa lebih rileks. Kemudahan penggunaannya membuat alat ini menjadi pilihan praktis bagi mereka yang ingin melakukan pemulihan tanpa selalu mengandalkan terapi pijat profesional.
Seiring meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya pemulihan, foam roller juga mulai masuk dalam rutinitas sebelum dan sesudah olahraga. Melansir Healthline, Selasa, 28 Juli 2026, penggunaannya tidak hanya dilakukan ketika tubuh terasa pegal, tapi juga dapat menjadi bagian dari pemanasan maupun pendinginan.
Sejumlah penelitian menunjukkan foam rolling berpotensi membantu mengurangi nyeri otot setelah latihan dan meningkatkan rentang gerak. Manfaatnya tetap dapat berbeda pada setiap orang.
Foam roller juga bukan pengganti pengobatan cedera, melainkan pelengkap untuk membantu menjaga kebugaran dan mendukung pemulihan otot dengan teknik yang tepat.
Mengenal Foam Roller
Foam roller merupakan alat berbentuk silinder dari busa padat yang digunakan untuk memijat otot secara mandiri. Alat ini semakin populer di kalangan atlet dan orang yang rutin berolahraga karena praktis digunakan untuk mendukung pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik.
Penggunaannya dilakukan dengan menggulirkan bagian tubuh di atas foam roller sehingga tekanan dapat diberikan pada otot dan jaringan di sekitarnya. Teknik tersebut dikenal sebagai SMR, yang dapat membantu mengurangi ketegangan dan rasa nyeri pada otot sekaligus meningkatkan rentang gerak sendi.
Foam roller juga kerap digunakan sebelum latihan sebagai bagian dari pemanasan atau setelah olahraga untuk membantu pendinginan. Sebuah studi melibatkan peserta yang aktif secara fisik menggunakan foam roller selama sekitar 20 menit. Mereka kemudian mengulangi penggunaan alat tersebut 24 jam dan 48 jam setelah latihan.
Beragam Manfaat Foam Rolling
Manfaat foam roller dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi tubuh, intensitas latihan, dan teknik penggunaannya. Salah satu manfaat yang banyak diteliti adalah kemampuannya membantu meningkatkan rentang gerak. Rentang gerak yang optimal penting untuk menjaga fleksibilitas sekaligus mendukung performa saat berolahraga.
Penelitian terhadap 11 atlet remaja menunjukkan kombinasi foam roller dan peregangan statis lebih efektif meningkatkan rentang gerak dibandingkan hanya melakukan salah satu teknik tersebut. Penggunaan foam roller dengan metode SMR juga dapat membantu meredakan nyeri otot dan mendukung proses pemulihan setelah aktivitas fisik.
Tekanan yang diberikan saat melakukan foam rolling dapat membantu mengurangi ketegangan sehingga tubuh terasa lebih rileks. Teknik ini juga berpotensi membantu meredakan ketidaknyamanan pada sejumlah area tubuh, termasuk punggung.
Cara Memilih Foam Roller
Foam roller umumnya berbentuk silinder dengan bahan busa padat. Alat ini tersedia dalam beragam ukuran, bentuk, serta tingkat kekerasan sehingga pengguna mungkin perlu mencoba beberapa jenis sebelum menemukan yang paling nyaman.
Foam roller dengan permukaan halus menjadi pilihan yang cocok bagi pemula karena memberikan tekanan lebih merata dan tidak terlalu intens. Ada pula roller bertekstur dengan tonjolan pada permukaannya yang dirancang untuk memberikan pijatan lebih dalam, membantu mengurangi ketegangan, serta melepaskan simpul pada otot.
Pilihan lainnya berupa tongkat pijat berlapis busa dan bola pijat. Keduanya dapat digunakan untuk memberikan tekanan lebih terarah pada area tubuh tertentu, seperti telapak kaki, punggung bagian atas, serta bahu. Penggunaan alat tersebut dapat membantu meredakan ketegangan otot sekaligus memberikan sensasi rileks setelah beraktivitas.