10 Provinsi dengan Perusahaan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terbanyak

Bukan Jakarta, provinsi ini raih posisi puncak dengan jumlah perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan terbanyak di 2026.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 28 Juli 2026, 08:02 WIB
Nasabah melakukan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sudirman, Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Kesadaran pelaku usaha untuk memberikan jaminan sosial bagi para pekerjanya terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan hingga akhir Juni 2026, total perusahaan yang terdaftar dalam ekosistem jaminan sosial nasional telah mencapai 889.051 entitas bisnis.

Menariknya, sebaran ratusan ribu perusahaan ini tidak merata, melainkan terpusat di beberapa wilayah strategis. Pulau Jawa masih mendominasi mutlak sebagai pusat gravitasi ekonomi dan industri nasional, meski beberapa provinsi di luar Jawa juga mulai menunjukkan taringnya.

Lantas, provinsi mana saja yang memiliki jumlah perusahaan terdaftar paling banyak?

Berikut adalah daftar 10 besar provinsi dengan perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan terbanyak per semester I 2026 dikutip dari laman Satu Data Kemnaker, Selasa (28/7/2026):

Daftar Provinsi Terbanyak

Nasabah melakukan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sudirman, Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

1. Jawa Timur (128.613 Perusahaan)

Jawa Timur berhasil menduduki takhta tertinggi sebagai provinsi dengan jumlah entitas bisnis terdaftar paling banyak di Indonesia. Dengan 128.613 perusahaan, Jatim mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak utama industri dan perdagangan, mengalahkan ibu kota negara.

2. DKI Jakarta (120.577 Perusahaan)

Sebagai pusat bisnis dan finansial, wajar jika DKI Jakarta menempati posisi kedua. Sepanjang paruh pertama 2026, Jakarta mencatatkan 120.577 perusahaan yang telah melindungi pekerjanya melalui BPJS Ketenagakerjaan, dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat tajam.

3. Jawa Tengah (106.843 Perusahaan)

Menyusul di posisi ketiga adalah Jawa Tengah. Daya tarik kawasan industri baru dan upah yang kompetitif membuat ekosistem bisnis di provinsi ini terus menggeliat, mencatatkan lebih dari 106 ribu perusahaan yang taat jaminan sosial.

4. Jawa Barat (101.876 Perusahaan)

Jawa Barat melengkapi dominasi "Empat Besar" Pulau Jawa dengan 101.876 perusahaan. Sebagai provinsi dengan populasi terbesar dan kawasan manufaktur raksasa, angka ini membuktikan besarnya komitmen perlindungan pekerja di wilayah tersebut.

5. Sumatera Utara (46.840 Perusahaan)

Sumatera Utara tampil sebagai "Raja Luar Jawa" dalam daftar ini. Dengan 46.840 perusahaan terdaftar, Sumut membuktikan diri sebagai pusat perekonomian paling vital di Pulau Sumatera, ditopang oleh sektor perkebunan, industri, dan perdagangan yang kuat.

Urutan 6-10

BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Deputi Bidang Komunikasi)

6. Banten (43.821 Perusahaan)

Kembali ke Pulau Jawa, Banten menempati posisi keenam. Keberadaan kawasan industri penyangga ibu kota, pelabuhan, dan bandara internasional membuat 43.821 perusahaan di Banten aktif berpartisipasi dalam program jaminan sosial.

7. Bali (35.522 Perusahaan)

Pulau Dewata tidak mau kalah. Ditopang oleh kuatnya sektor pariwisata, perhotelan, dan ekonomi kreatif, Bali berhasil mencatatkan 35.522 perusahaan yang mendaftarkan pekerjanya.

8. Sulawesi Selatan (26.670 Perusahaan)

Sulawesi Selatan menjadi satu-satunya perwakilan dari Pulau Sulawesi di daftar 10 besar ini. Sebagai gerbang ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI), Sulsel mencatatkan 26.670 entitas bisnis yang terdaftar.

9. Riau (21.233 Perusahaan)

Provinsi kaya sumber daya alam, Riau, menempati urutan kesembilan. Dominasi sektor perkebunan kelapa sawit dan migas turut menyumbang tingginya angka kepesertaan yang mencapai 21.233 perusahaan.

10. Kalimantan Timur (19.236 Perusahaan)

Daftar ini ditutup oleh Kalimantan Timur. Seiring dengan masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan geliat sektor pertambangan, Kaltim mencatatkan 19.236 perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Data di atas menunjukkan bahwa meskipun Pulau Jawa masih menjadi pusat utama ekosistem bisnis formal, geliat kepatuhan perlindungan ketenagakerjaan di Sumatra, Kalimantan, Bali, hingga Sulawesi juga semakin kuat dan menjanjikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya