Liputan6.com, San José - Setelah dalam kondisi relatif tidak aktif selama 400 tahun, Gunung Berapi Arsenal meletus dengan dahsyat pada 29 Juli 1968 pukul 7.30 pagi waktu setempat.
Dikutip dari PBS.org, Rabu (29/7/2026), erupsi dan aktivitas vulkanik yang ekstrem berlangsung selama beberapa hari, menewaskan 87 orang dan mengubur lebih dari 15 kilometer persegi dalam bebatuan, lava, dan abu. Secara keseluruhan, erupsi ini berdampak pada wilayah sekitar seluas 232 kilometer persegi dalam tingkat yang bervariasi, dengan kerusakan yang menimpa pangan, properti, ternak, dan hutan.
Advertisement
Pada puncak aktivitas ini, gunung berapi ini masih mengeluarkan banyak sekali lava dan abu, kemudian melemparkan bebatuan besar sejauh 1,6 kilometer dengan kecepatan 600 meter per detik. Ledakan-ledakan ini menciptakan tiga kawah baru yang masih aktif.
Sejak saat itu, Gunung Berapi Arenal terus menunjukkan aktivitas yang hampir konstan. Mulai dari letusan tanpa suara yang disertai awan abu berbentuk jamur di atasnya, hingga letusan yang menggelegar melontarkan batu-batu panas hingga hampir satu kilometer ke udara. Terjadi pula letusan piroklastik yang ditandai oleh aliran lava dan gas yang menuruni lereng gunung dengan deras.
Gunung ini memiliki tinggi sekitar 1,633 meter di puncaknya, walaupun ketinggian puncak sering berubah karena aktivitas vulkanik. Letusan besar terakhir terjadi pada 8 Mei 1998 dan mengharuskan warga untuk dievakuasi sementara dari hotel-hotel setempat, meskipun bahaya tersebut berlalu dengan cepat dan tidak ada yang terluka.
Sebelum erupsi di 1968, gunung Arenal memiliki bentuk kerucut yang hampir sempurna, tertutup hutan hujan dengan aktivitas fumarol yang ringan. Penduduk setempat memberinya berbagai nama: Puncak Arenal, Pan de Azúcar (Sugarloaf), Gunung Berapi Canasta, dan Gunung Berapi Río Frío.
Daerah di sekitar gunung tersebut sudah menjadi tempat tinggal penduduk asli selama ribuan tahun. Selama periode tersebut, para penduduk telah mengalami puluhan periode aktivitas vulkanik yang intens.
Secara konteks geologi, gunung Arenal secara relatif masih muda, hanya berumur sekitar 4,000 tahun. Sebelum tragedi 1968, erupsi besar terakhir dari gunung ini terjadi di sekitar tahun 1500 Masehi, dan aliran lava dari periode tersebut telah diidentifikasi secara tentatif.