Karina Icha Tak Pikirkan Status Pemeran demi Film Edukasi Sahabat Anak Indonesia

Karina Icha menegaskan bahwa dirinya tidak ingin bersikap egois dalam berkarier

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 25 Juli 2026, 13:31 WIB
Karina Icha. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Aktris Karina Icha mengumumkan proyek film layar lebar terbaru berjudul Sahabat Anak Indonesia. Dalam film tersebut, Karina berperan sebagai ibu dari tokoh bernama Joshua.

Menurut Karina Icha, kehadiran film tersebut sangat penting di tengah minimnya tontonan edukatif bagi anak-anak Indonesia. Karina menilai saat ini layar bioskop lebih banyak diisi film dewasa maupun produksi luar negeri.

"Film ini sangat bagus karena mengangkat kembali film-film edukasi untuk anak-anak Indonesia. Kita tahu bersama bahwa film anak sekarang sudah agak menurun, lebih banyak film dari luar atau film dewasa. Oleh karena itu, ini sangat kita apresiasi," ujar Karina Icha di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Karina tidak merasa keberatan mendapat peran pendukung di film tersebut, meski sebelumnya sering dipercaya memerankan karakter utama. Baginya, pesan positif yang dibawa sebuah karya jauh lebih penting daripada status peran utama.

"Karena kebetulan film Sahabat Anak Indonesia ini saya lihat sangat positif, saya tidak keberatan diajak meski tidak menjadi pemeran utama. Sebagai seniman atau aktris, kita melihat positifnya apa yang perlu disampaikan kepada masyarakat," jelasnya.

Karina menegaskan bahwa dirinya tidak ingin bersikap egois dalam berkarier. Selama sebuah proyek memiliki nilai edukatif dan manfaat bagi masyarakat, ia siap terlibat dalam peran apa pun.

"Saya pikir karena ini positif, jadi tidak masalah. Saya tidak mau jadi perempuan yang egois, yang harus selalu mendapatkan peran utama," imbuhnya.


Pertimbangan Saat Memilih Proyek

Karina Icha. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Dalam memilih sebuah proyek, Karina mengaku selalu memulai dengan mempelajari sinopsis dan alur cerita secara mendalam. Baginya, memahami isi cerita menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan.

"Harus mengetahui sinopsisnya dulu supaya bisa memikirkan dan ambil keputusan. Karena setelah mengambil keputusan, risiko positif dan negatifnya akan menjadi tanggung jawab kita. Saya pasti akan melihat sinopsisnya," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mempertimbangkan nilai moral, agama, dan budaya dalam setiap tawaran yang datang. Ia menegaskan tidak akan menerima peran yang bertentangan dengan prinsip hidupnya.

"Saya kan beragama Muslim dan masih sangat terkait dengan budaya ketimuran. Jadi kalau misalnya di luar dari budaya yang terlalu melenceng, mungkin saya tidak mengambil. Tapi kalau masih dalam koridor yang positif, masih dalam kapasitas kita sebagai pemeran memberikan suguhan film kepada masyarakat Indonesia, pasti saya terima," urainya.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya