Bank Dunia Bertahap Hentikan Pinjaman ke China

Seiring pertumbuhan China juga berdampak terhadap penurunan pinjaman dari Bank Dunia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Juli 2026, 19:20 WIB
Komuter yang memakai masker berjalan melintasi persimpangan di kawasan pusat bisnis pada hari dengan tingkat polusi udara yang tinggi di Beijing, China (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Dunia atau World Bank mengatakan pada Kamis, 23 Juli 2026 akan secara bertahap menghentikan pinjaman ke China pada 2031. Hal itu sesuai dengan kerangka kerja kemitraan negara atau country partnership framework (CPF) untuk China.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat (24/7/2026), AFP pertama kali melaporkan, Bank Dunia akan melakukan langkah ini bulan lalu. “ Pinjaman IBRD akan terus dikurangi secara bertahap selama periode CPF, tidak melebihi US$ 2 miliar atau Rp 35,98 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.990),” tulis grup Bank Dunia atau World Bank Group dalam sebuah unggahan di situsnya.

CPF merupakan rencana yang disepakati bersama antara bank dan negara klien yang menguraikan prioritas pembangunan untuk periode multi-tahun.

"Pada prinsipnya, tidak ada lagi pinjaman yang diharapkan dari IBRD pada akhir periode CPF,” demikian seperti dikutip dari Yahoo Finance.

Grup World Bank mengatakan, CPF lima tahun itu menandai fase baru dalam kemitraan 45 tahun karena China beralih dari membutuhkan pembiayaan menjadi terutama membutuhkan bantuan teknis dan berbagi pengetahuan.

“Seiring berkembangnya kemitraan kita. Kita semakin fokus pada pengetahuan, inovasi dan solusi bersama,” ujar Direktur Operasi World Bank, Anna Bjerde.

Pinjaman Bank Dunia kepada China terus menurun dalam beberapa tahun terakhir seiring pertumbuhan pesat China dan penurunan indikator kemiskinan.

“Saat China mengatasi tantangan masyarakat yang menua, ekonomi yang bergeser, dan prioritas pembangunan lainnya, kami akan bekerja sama dengannya untuk menghasilkan ide-ide yang penting tidak hanya bagi China, tetapi juga bagi pasar negara berkembang di seluruh dunia,” ujar Bjerde.

Wakil Menteri Keuangan China, Liao Min, mengatakan China akan terus memperdalam keterlibatan dengan Bank Dunia, terlepas dari perubahan hubungan terkait pinjaman.

Rencana lima tahun baru Bank Dunia yang disepakati dengan China berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi sekaligus menyediakan lapangan kerja yang lebih baik, ketahanan sosial, dan ekonomi rendah karbon.

 

Pinjaman Bank Dunia ke China

Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)

Pada masa jabatan pertamanya, Presiden AS Donald Trump menuntut agar Bank Dunia menghentikan pinjaman kepada China sepenuhnya. Hal ini karena ia mengadopsi pendekatan yang lebih agresif terhadap saingan ekonomi utama Washington.

Trump mempertahankan nada tersebut di masa jabatan keduanya, tetapi tidak secara spesifik mengulangi tuntutan itu.

Pinjaman Bank Dunia ke China mencapai puncaknya pada US$ 2,42 miliar atau Rp 43,54 triliun pada 2017, tetapi telah turun menjadi US$ 750 juta atau Rp 13,49 triliun pada 2025.

China juga menyumbangkan dana ke dana International Development Association (IDA) Bank Dunia untuk negara-negara termiskin di dunia, dengan kontribusi US$ 1,5 miliar atau Rp 26,98 triliun dalam putaran pengisian dana terbaru menjadikan Beijing sebagai donor terbesar kelima.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya