Liputan6.com, Tangerang Selatan - Setiap orang berhak untuk bermimpi dan berkarya, termasuk penyandang Down Syndrome. Mereka pun berhak mendapat ruang untuk mengembangkan bakat dan menyalurkan kreativitasnya.
Semangat tersebut diusung dalam kolaborasi Bohopanna bersama Seribu Paras. Brand Founder Bohopanna, Devy Natalia dan Irene Kristi, menggandeng Seribu Paras, komunitas yang mendampingi penyandang Down Syndrome dengan menghadirkan karya gambar mereka dalam koleksi pakaian.
Advertisement
"Kami senang sekali. Ini juga dalam rangka Hari Kemerdekaan Indonesia, artinya sebagai bentuk bahwa setiap anak merdeka untuk bermimpi dan punya karya," kata Devy pada peluncuran kolaborasi tersebut pada Rabu (22/7/2026) di AEON Mall BSD, Tangerang Selatan.
Dalam kolaborasi ini, tujuh penyandang Down Syndrome berpartisipasi menghasilkan karya seni yang kemudian diaplikasikan ke koleksi pakaian Bohopanna. Melalui proses tersebut, mereka diberi ruang untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitasnya.
Salah satu sosok yang turut serta dalam kolaborasi tersebut adalah Satya, pemuda 26 tahun yang gemar menggambar. Dengan pensil dan buku sketsa, ia menuangkan berbagai objek seperti wayang, Candi Borobudur, Monumen Nasional (Monas), hingga pemandangan alam.
"Aku suka pemandangan-pemandangan seperti itu," kata Satya ditemui di kesempatan yang sama.
Bagi Satya, menggambar bukan sekadar hobi. Aktivitas tersebut juga menjadi cara untuk mengekspresikan diri. Ditambahkan sang ibu, proses berkarya membantu Satya mengelola emosi sekaligus meningkatkan rasa percaya dirinya.
Rasa bahagia dan bangga terpancar saat Satya melihat hasil karyanya dicetak menjadi koleksi pakaian. "Very happy and very excited," katanya antusias.
Tak berhenti di sini, pemuda yang juga menyukai desain grafis itu berharap karya-karyanya tidak berhenti sampai di kolaborasi ini. "Pengen lihat (karyaku) ada di setiap mal," harap Satya.