Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Libya Merapat ke China

Libya dan China bekerja sama di sektor perbankan dengan menyepakati penghubungan bank-bank komersial Libya ke Cross-Border Interbank Payment System.

oleh Septian DenyDiterbitkan 22 Juli 2026, 16:00 WIB
Ilustrasi dolar AS. (Dok Unsplash/Pepi Stojanovski)

Liputan6.com, Tripoli - Libya dan China memperkuat kerja sama di sektor perbankan dengan menyepakati penghubungan bank-bank komersial Libya ke Cross-Border Interbank Payment System (CIPS) yang merupakan sistem pembayaran lintas batas milik China.

Dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (22/7/2026), kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Gubernur Bank Sentral Libya, Naji Mohammed Issa, dan Gubernur Bank Rakyat China, Pan Gongsheng, di Beijing. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs resmi Bank Sentral Libya, disebutkan bahwa kedua pihak juga membahas perkembangan hubungan perdagangan serta upaya untuk meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara.

Selain meninjau hubungan dagang, kedua bank sentral sepakat memulai fase baru kemitraan strategis. Salah satu langkah utamanya adalah menghubungkan bank-bank komersial Libya ke CIPS, yang diharapkan dapat menyederhanakan sekaligus mempermudah proses transfer keuangan.

CIPS merupakan sistem pembayaran lintas batas yang diluncurkan oleh Bank Rakyat China pada 2015 untuk memfasilitasi transaksi internasional menggunakan mata uang yuan. Sistem ini memungkinkan bank mengirim dan menerima pembayaran dalam yuan secara langsung, sehingga transaksi tidak lagi harus diproses melalui bank perantara dan dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Kedua pihak juga sepakat mengatasi berbagai hambatan yang masih ada serta mempermudah prosedur perdagangan guna meningkatkan nilai perdagangan antara Libya dan China.

Sebagai langkah awal, transfer dana langsung ke China akan mulai diterapkan agar transaksi menjadi lebih mudah, terutama bagi para pedagang skala kecil.

 

Pembukaan Letter of Credit

Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)

Selain itu, Libya dan China menyetujui pembukaan letter of credit secara langsung melalui bank-bank di China, sehingga proses perdagangan diharapkan menjadi lebih mudah.

Kerja sama tersebut juga akan diperkuat melalui kunjungan delegasi resmi perbankan Libya ke Beijing. Delegasi yang dipimpin Gubernur Bank Sentral Libya bersama para direktur bank-bank komersial Libya dijadwalkan bertemu dengan mitra mereka di China secepatnya.

Menurut Bank Sentral Libya, kunjungan itu bertujuan membangun kerja sama yang lebih erat antara bank-bank komersial kedua negara sekaligus memanfaatkan pengalaman China dalam pengembangan sistem pembayaran elektronik dan transfer keuangan langsung.

Bank Sentral Libya menilai langkah-langkah tersebut akan membantu mengurangi ketergantungan pada pasar informal, memastikan kepatuhan terhadap standar pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta meningkatkan reputasi sektor perbankan Libya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya