Liputan6.com, Moskow - Korea Utara kembali menyatakan dukungan terhadap Rusia dalam perang di Ukraina saat Menteri Luar Negeri Choe Son Hui bertemu dengan sejawatnya dari Rusia, Sergey Lavrov, di Moskow. Media pemerintah Pyongyang melaporkan pertemuan itu pada Selasa (21/7/2026), di tengah menguatnya spekulasi bahwa Kim Jong Un akan segera mengunjungi Kremlin.
Hubungan Moskow dan Pyongyang berkembang pesat sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada awal 2022, meski Korea Utara masih berada dalam isolasi diplomatik.
Advertisement
Kerja sama kedua negara mencakup pengiriman pasukan Korea Utara ke wilayah Kursk, Rusia, yang dilanda pertempuran, serta pasokan berbagai sistem persenjataan untuk Moskow. Sebagai imbalannya, menurut para analis, Pyongyang memperoleh bantuan keuangan, pangan, energi, dan teknologi militer.
Usai pertemuan Choe dan Lavrov, media pemerintah Korea Utara menyebut kedua negara telah menegaskan kembali tekad politik mereka untuk mempercepat pengembangan hubungan bilateral jangka panjang di berbagai bidang.
"Pihak DPRK menegaskan dukungannya terhadap seluruh kebijakan dalam dan luar negeri Federasi Rusia untuk menghilangkan akar penyebab konflik Ukraina, mempertahankan kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah, serta menegakkan keadilan internasional," lapor kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA.
DPRK merupakan singkatan dari nama resmi Korea Utara.
KCNA juga melaporkan bahwa Rusia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Korea Utara mempertahankan kedaulatan dan keamanannya.
"Saya sekali lagi ingin menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan terhadap operasi militer khusus yang sedang kami jalankan," kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam video yang dirilis Kremlin pada Minggu (19/7).
Dalam kunjungannya ke Moskow, menurut laporan KCNA, Choe turut meletakkan karangan bunga di Makam Prajurit Tak Dikenal di dekat tembok Kremlin.
Sejumlah media Korea Selatan melaporkan bahwa lawatan Choe ke Moskow kemungkinan juga bertujuan membahas rencana kunjungan Kim ke Rusia pada akhir tahun ini.
Kim terakhir kali berkunjung ke Rusia pada September 2023. Putin kemudian melakukan kunjungan ke Pyongyang pada Juni 2024.
"Putin telah berulang kali mengundang Kim untuk berkunjung ke Rusia sejak lawatannya ke Pyongyang pada 2024," kata Park Won-gon, profesor studi Korea Utara di Universitas Ewha Womans, kepada AFP.
Meski semakin dekat dengan Moskow, China tetap menjadi mitra ekonomi terbesar Korea Utara. Berdasarkan data resmi, hampir 98 persen perdagangan luar negeri Korea Utara pada 2024 dilakukan dengan China.
"Setelah menerima kunjungan Presiden China Xi Jinping tahun ini, Kim juga memiliki alasan kuat untuk berkunjung ke Rusia," kata Park.
"Kunjungan itu akan menunjukkan bahwa Korea Utara mulai keluar dari isolasi diplomatik. Pada saat yang sama, dukungan China dan Rusia akan memperkuat citra terbentuknya poros Korea Utara-China-Rusia."