Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu menilai aktivitas ekonomi di tingkat mikro masih menunjukkan tren positif meski pertumbuhan kredit UMKM relatif rendah. Penilaian tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah rekening, nominal simpanan, dan transaksi perbankan.
Anggito mengatakan, pertumbuhan kredit UMKM hanya sekitar 1,6% pada Juli atau 0,5% pada Mei. Namun, ia menilai indikator mikro masih menunjukkan perbaikan.
Advertisement
"Jumlah nominal maupun jumlah rekeningnya naik. Year-on-year, rekening yang aktif juga semakin banyak, sedangkan rekening yang tidak aktif semakin sedikit," kata Anggito di Kompleks DPR RI, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan rekening aktif dan transaksi mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang masih terjaga. Menurutnya, nominal simpanan juga meningkat di berbagai kelompok nasabah, termasuk kelas menengah.
Masih Ada Ruang Menabung
Anggito menambahkan kenaikan nilai tabungan mengindikasikan masyarakat masih memiliki ruang untuk menabung setelah memenuhi kebutuhan konsumsi.
"Kalau saving-nya naik, berarti konsumsi-nya naik. Saving itu bagian dari pendapatan. Pendapatan dikonsumsi, sisanya di-saving," ujarnya.
Ia menegaskan indikator mikro tersebut melengkapi kondisi makroekonomi yang tetap stabil sehingga memberikan gambaran bahwa aktivitas ekonomi domestik masih berlangsung positif.
OJK Janji Genjot Kredit UMKM
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan siap menindaklanjuti masukan Komisi XI DPR RI untuk mendorong pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). OJK menilai peningkatan pembiayaan UMKM menjadi pekerjaan rumah bersama pemerintah dan industri jasa keuangan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan isu pertumbuhan kredit UMKM menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat bersama Komisi XI DPR. OJK berkomitmen memperkuat berbagai program agar penyaluran kredit kepada sektor UMKM terus meningkat.
"Bapak Ibu Anggota Komisi XI banyak mempertanyakan tentang kredit UMKM, jadi ini PR kita semua bagaimana nanti kredit UMKM bisa tumbuh,” kata Friderica di Kompleks DPR, Senin (20/7/2026).
Friderica menjelaskan OJK terus mendorong pendalaman pasar keuangan dan memperkuat dukungan pembiayaan bagi UMKM. Upaya tersebut dilakukan di tengah kondisi sektor jasa keuangan yang tetap stabil.
Pertumbuhan Kredit Perbankan
Ia menyebut kredit perbankan hingga kini tumbuh 11,5% menjadi sekitar Rp 8.600 triliun. Menurutnya, likuiditas perbankan dan rasio kredit bermasalah (NPL) juga tetap terjaga sehingga menjadi modal bagi peningkatan pembiayaan, termasuk untuk UMKM.
Selain itu, Friderica mengatakan koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.
"Pak Menteri sebagai koordinator KSSK sudah menyampaikan laporannya terkait bagaimana selama ini koordinasi yang sangat baik antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS dalam mengawal sektor jasa keuangan," ujar Friderica.