Istana Buka Suara soal Prajurit TNI Jadi Sopir Truk BBM

Mensesneg Prasetyo Hadi menanggapi penugasan prajurit TNI sebagai sopir truk BBM.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 16 Juli 2026, 11:09 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk menambah anggaran riset nasional menjadi Rp 4 triliun. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Sudah beberapa hari terakhir, pemandangan antrean panjang menghiasi sejumlah SPBU di Kota Medan, Sumatera Utara. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) membuat kendaraan mengular sejak sore hingga larut malam.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkap penyebab kelangkaan BBM. Menurutnya, distribusi terganggu akibat persoalan internal perusahaan, yakni pemecatan massal terhadap sopir truk pengangkut BBM.

Sebagai langkah darurat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menugaskan personel menjadi sopir sementara truk pengangkut BBM agar distribusi kembali lancar.

Menanggapi langkah tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai yang terpenting adalah memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan lancar.

"Bukan masalah TNI-nya tapi bagaimana memastikan seluruh proses distribusi tidak boleh ada gangguan sedikitpun untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat semua terpenuhi," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.

Sebelumnya, Bobby Nasution menuturkan, persoalan internal perusahaan tidak boleh berdampak pada kebutuhan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menerjunkan personel sebagai sopir truk pengangkut BBM sementara, agar distribusi kembali berjalan normal.

"TNI/Polri mengecek pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Kami minta mulai malam ini personel sudah siap untuk kontrol. Pemerintah siap men-cover sementara," jelas Bobby.

Soal Distribusi

Antrean Pengisian BBM di Medan (Foto: Reza Efendi/Liputan6.com)

Sebelumnya, merespons kendala operasional di Fuel Terminal Medan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan bahwa stok BBM sebenarnya dalam kondisi aman, namun pola distribusi sedang ditata ulang bersama mitra transportir.

Untuk mempercepat penyaluran, Pertamina meluncurkan sejumlah strategi darurat seperti operasional 24 Jam. Fuel Terminal Medan Group kini dioperasikan tanpa henti selama 24 jam.

Lalu tambahan armada. Mengerahkan 35 unit mobil tangki tambahan melalui skema spot charter. Kemudian, bantuan awak mobil tangki (AMT) dengan memperkuat personel sopir lewat dukungan Bekang TNI dan Kodaeral I Belawan.

Juga dilakukan alih suplai, dengan cara mengoptimalkan pasokan cadangan dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa seluruh langkah percepatan ini dilakukan dengan tetap mengedepankan standar keselamatan.

“Kami terus melakukan berbagai upaya percepatan agar distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Melalui dukungan armada dan personel tambahan, kami berupaya memastikan penyaluran ke seluruh SPBU berlangsung lebih cepat,” ujar Fahrougi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya