Menilik Strategi Gery Jaga Eksistensi di Pasar Camilan Selama Seperempat Abad

Lahir pada 2001, merek Gery menjadi awal bagi Garudafood Group untuk ekspansi bisnis mereka ke industri bisnis.

oleh Hanan mahira AmaniDiterbitkan 15 Juli 2026, 19:37 WIB
Foto bersama Brand Ambasador baru Gery di perayaan hari ulang tahun gery yang ke-25.

Liputan6.com, Jakarta - Di perayaan hari jadi yang ke-25 (Geryversery), Gery mengambil langkah rebranding besar-besaran sebagai strategi mengamankan pasar jangka panjang melalui akuisisi konsumen dari generasi muda. 

Lahir pada 2001, merek Gery menjadi awal bagi Garudafood Group untuk ekspansi bisnis mereka ke industri bisnis. Hingga saat ini, segmen biskuit tersebut sukses menjadi kontributor pendapatan terbesar bagi lini bisnis Garudafood Group.

Director Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto, mengatakan Gery akan selalu memunculkan kepercayaan pada konsumen dan terus memberikan inovasi yang terbaik.

“Kita terus belajar dan terus melihat berbagai-bagai perubahan dari trend ataupun keinginan konsumen saat ini, hingga saat ini kita selalu mementingkan inovasi dan memenuhi keinginan konsumen, yaitu kita bertumbuh dengan petak relevan mampu menemani seluruh konsumen masyarakat kita dari generasi ke generasi,” ujar dia dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Strategi Tren Global "Fun"

Brand Equity Director Garudafood, Niken Esti mengungkapkan bahwa rahasia utama Gery mampu bertahan di tengah perubahan zaman dan pergantian generasi adalah komitmen kuat pada DNA perusahaan, yaitu leading innovation dan selalu mendengarkan kebutuhan konsumen.

"Gery mempertegas identitas utamanya yang berfokus pada karakter “Fun” “Karakter fun ini bersifat universal di setiap generasi. Dalam dua tahun terakhir, kami juga memperkuat posisi Gery sebagai solusi penunda lapar melalui tagline ikonik: 'Ketika lapar, wak-wak-wak, waktunya Gery'. Melalui strategi komunikasi yang adaptif ini, kami rutin menggelar Innovation Day dua kali setahun untuk mengatasi tren makanan dan minuman dari Jepang, Korea, Cina, hingga Amerika," jelas Niken yang telah mengawal brand Gery sejak tahun 2008 tersebut.

Langkah kurasi tren global ini terbukti sukses lewat pertumbuhan pendapatan (revenue) varian Matcha Jepang yang melonjak hingga 3 kali lipat dalam dua tahun terakhir, serta inovasi terbaru Gery Snack Bantal rasa Ubi Jepang (Sweet Potato) yang kini siap bersaing di pasar.

 

Niken Esti menjadi narasumber di perayaan ulang tahun Gery yang ke-25, sebagai Brand Equity Director Garudafood.

 

Menolak Sekadar FOMO

Selain itu, Niken juga mengungkapkan bahwa Transformasi di usia perak ini merupakan pemasaran yang terukur. Garudafood menegaskan bahwa dalam menjalankan bisnis pabrikan skala besar, perusahaan tidak boleh asal-asalan atau Fear of Missing Out (FOMO)

“Bagi kami yang paling penting adalah business sustainability dan brand sustainability, Ongkos inovasi di industri sangat besar, bahkan risikonya bisa mencapai puluhan juta jika gagal di pasar. Oleh karena itu, strategi ‘semangat baru’ ini adalah investasi terstruktur kami untuk menangkap potensi pasar dari generasi masa kini yang memiliki daya beli dinamis,” ujar Niken.

Menggandeng Iqbaal Ramadhan

Iqbaal Ramadhan hadir di perayaan Gery ke-25 sebagai Brand Ambasador baru Gery.

Sebagai puncak dari strategi regenerasi pasar ini, Gery resmi memperkenalkan aktor dan seniman muda multitalenta, Iqbaal Ramadhan, sebagai Brand Ambassador (BA) terbarunya.

Senior Brand Manager Gery, Nadia Devisa, menjelaskan bahwa visual maskot legendaris 'Gery Bird' kini dirombak menjadi lebih segar, hype, dan relevan dengan anak muda.

Sosok Iqbaal dipilih karena dinilai sempurna dalam merepresentasikan semangat 'Level Up & Grow Stronger'.

​"Iqbaal memulai karirnya dari kecil, terus belajar, berkembang dari aktor, penyanyi, hingga kini menjadi produser. Rekam jejak pertumbuhan yang konsisten ini sangat selaras dengan komitmen bertumbuh yang dimiliki Gery," tutur Nadia.

​Sementara itu, Iqbaal Ramadhan mengaku bangga bisa berkolaborasi dengan brand legendaris yang menemaninya tumbuh besar di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari mengkonsumsi Gery Rice Crackers saat tinggal di Sorong, Papua Barat, hingga Gery Chocolatos saat pindah ke Jakarta.

​"Bagi saya pribadi, kolaborasi ini menjadi media belajar yang menginspirasi. Bagaimana sebuah brand besar bisa tetap mempertahankan nilai-nilainya, selalu diterima oleh generasi baru, dan konsisten memimpin pasar (leading the market) tanpa sekadar ikut-ikutan tren," pungkas Iqbaal.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya