Liputan6.com, Jakarta - Di usianya yang tidak lagi muda, semangat Sutopo dalam menyebarkan literasi masih membara. Mbah Sutopo, begitu dia akrab disapa, menghiasi becak listriknya dengan puluhan buku bacaan dari berbagai genre.
Bukan cuma buat pajangan, buku-buku tersebut bebas dibaca oleh penumpang maupun warga. Tentu ini menjadi nilai tambah, menikmati perjalanan sambil menambah ilmu.
Advertisement
Aksi ini ternyata telah dilakukan sudah lama. Puluhan buku menghiasi setiap sudut dari becak.
Becak ini memang sengaja dijadikan Mbah Sutopo sebagai becak pustaka karena kecintaannya terhadap buku bacaan. Pengumpulan buku ini sudah dilakukan sejak tahun 2004, ketika pria berusia 80 tahun itu masih menggunakan becak kayuh tradisional.
Awalnya hanya lima buku saja. Akhirnya berkembang hingga mencapai ratusan buku. Koleksi buku becaknya umumnya berasal dari sumbangan warga, perpustakaan hingga penerbit.
Mbah Sutopo bercerita awal mula mengoleksi buku-buku bacaan tersebut.
"Waktu itu saya akan di SD Tarakanita Bumijo. Ada seorang ibu melihat saya dan bertanya, bapak senang baca? betul. Mau saya sumbang buku Pak? Mau. Akhirnya disumbang 50 buku oleh ibu itu," kata Mbah Sutopo. Dikutip dari Liputan6 SCTV, Rabu (15/7/2026).
Dari situ donatur buku terus mengalir. Bahkan ada yang menyumbang buku dari luar kota.
"Nah akhirnya berturut-turut banyak ibu yang nyumbang. Bahkan ada satu mobil itu penuh dengan buku disumbangan kepada saya. Yang paling jauh, toko buku di Bali nyumbang satu dus kepada saya," pungkasnya.