Siswa China Pakai Kacamata dengan Fitur AI untuk Nyontek

Siswa di China ketahuan menyontek menggunakan kacamata pintar.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 14 Juli 2026, 21:30 WIB
Ilustrasi kacamata. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Beijing - Seorang siswa bernama Lin tertangkap menyontek saat ujian di South China Agricultural University, Guangzhou, China, pada 1 Juli kemarin.

Dikutip dari Oddity Central, Selasa (14/7/2026), saat ujian baru berjalan sekitar 10 menit, salah satu pengawas ujian sadar kalau lensa kacamata Lin berubah menjadi hijau selama beberapa detik. Kemudian, ia meminta pemuda itu untuk melepas kacamatanya. Lin pun mengaku bahwa ia memakai kacamata yang dilengkapi oleh fitur AI.

Media China News Weekly melaporkan bahwa pada saat itu Lin menggunakan Leqi Smart Glasses. Model kacamata pintar tersebut rilis pada September tahun lalu dan terintegrasi dengan empat model AI utama. Mulai dari Deepseek, Tongyi Qianwen, Zhipu, dan Doubao.

Salah satu fitur bawaan yang dimiliki kacamata tersebut adalah pencarian pertanyaan dan pemecahan masalah menggunakan foto. Hal ini memungkinkan untuk para penyontek untuk mencari jawaban tanpa mengeluarkan suara.

Untuk menggunakannya, yang harus dilakukan Lin adala menyentuh bingkai kacamata yang berada di dekat pelipis untuk memotret soal-soal ujian dan tinggal menunggu sampai kacamata menampilkan jawabannya.

Ia pun sempat menutup lampu LED di bingkai yang menyala setiap kali ia memotret. Tapi, ia tidak menyangka bahwa cahaya hijau masih bisa terlihat dari beberapa sudut tertentu.

Ketika cerita Lin ramai di media sosial, banyak siswa yang memuji teknologi kacamata AI tersebut. Mereka merasa bahwa cahaya hijau pada lensa bisa ditutupi menggunakan stiker pelindung matahari yang murah.

Pencarian untuk menyewa kacamata AI itu kepada siswa dengan harga serendah 200 Yuan (Rp 534,169) juga meningkat.

Selain itu, beberapa penjual bahkan menyediakan tutorial lengkap yang mengajarkan siswa bagaimana mengganti kacamata ke mode senyap dan kecerahan rendah.

Di sisi lain, insiden penyontekan yang mirip juga terjadi di beberapa universitas di Hubei, Henan, Beijing dan wilayah China lainnya. Salah satu profesor mengaku bahwa pengawas tidak siap menghadapi kacamata AI itu. 

Sejauh ini, satu-satunya metode yang diketahui adalah memeriksa kacamata tebal secara lebih teliti.

Seorang manajer produk yang berspesialisasi dalam kacamata pintar, Lin Che, memperingatkan bahwa dalam waktu dekat, kacamata AI dan kacamata biasa akan hampir tidak bisa dibedakan, sehingga mempersulit pengawas.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya