Bos OJK Tanggapi Keputusan S&P Soal Peringkat Kredit Indonesia

Dalam laporannya, S&P menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap didukung oleh permintaan domestik yang kuat.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 14 Juli 2026, 12:52 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik keputusan Standard & Poor's (S&P) Global Ratings yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level BBB dengan Outlook Stabil.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, keputusan tersebut menjadi sinyal positif atas terjaganya fundamental ekonomi Indonesia serta stabilitas sistem keuangan dalam menghadapi dinamika global.

"Keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan Outlook Stabil menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Penilaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kinerja sektor jasa keuangan dan melanjutkan reformasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Friderica, Selasa (14/7/2026).

Dalam laporannya, S&P menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap didukung oleh permintaan domestik yang kuat, kebijakan fiskal yang prudent, serta kerangka kebijakan yang kredibel dan fleksibel dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Sejalan dengan itu, OJK terus menjalankan berbagai upaya penguatan sektor jasa keuangan melalui penguatan pengawasan terintegrasi berbasis risiko, pendalaman pasar keuangan, peningkatan integritas dan tata kelola pasar, serta percepatan transformasi digital sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Berbagai upaya tersebut perluas kapasitas sektor keuangan dalam memobilisasi pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pembangunan nasional. Langkah ini sekaligus mendukung agenda program strategis Indonesia, termasuk peningkatan investasi, transformasi ekonomi, dan penguatan daya saing nasional.

Friderica menambahkan bahwa sektor jasa keuangan nasional tetap berada dalam kondisi yang stabil, didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, profil risiko yang terjaga, serta intermediasi yang terus berkembang sehingga mampu mendukung stabilitas sistem keuangan dan pembiayaan perekonomian.

Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bank Indonesia: Afirmasi S&P Jaga Kepercayaan Investor

Gedung Bank Indonesia, Jakarta. Foto: BI

Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia atau Sovereign Credit Rating di level BBB dengan outlook stabil. Keputusan ini menegaskan Indonesia masih berada dalam kategori investment grade, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Dalam laporan yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan sejumlah indikator fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara. Kondisi tersebut diperkirakan akan membaik seiring semakin jelasnya arah kebijakan pemerintah serta implementasi berbagai program ekonomi.

Outlook stabil juga mencerminkan keyakinan S&P bahwa penerimaan negara akan terus pulih pada tahun ini. Di sisi lain, pendapatan ekspor diperkirakan meningkat seiring membaiknya harga komoditas global.

S&P juga menilai kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat ekspor sektor sumber daya alam akan menjadi faktor pendukung dalam memperbaiki kondisi fiskal pada jangka menengah. Namun, lembaga tersebut menilai efektivitas implementasi kebijakan dan kepastian regulasi tetap menjadi faktor penting.

Selain itu, S&P meyakini pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), sehingga keberlanjutan fiskal Indonesia tetap terjaga.

 

Bank Indonesia Sambut Positif

S&P menyebut peluang kenaikan peringkat utang Indonesia masih terbuka apabila penguatan fundamental ekonomi terus berlanjut.

Dari sisi fiskal, peningkatan peringkat dapat didorong oleh penurunan defisit anggaran secara berkelanjutan melalui peningkatan penerimaan negara, biaya pembiayaan yang lebih rendah, serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Sementara dari sisi eksternal, lembaga pemeringkat tersebut menilai Indonesia perlu terus memperbaiki indikator seperti penurunan utang luar negeri dan kebutuhan pembiayaan eksternal bruto (gross external financing needs).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyambut positif keputusan S&P tersebut.

"Afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid," jelas dia dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).

"Hal ini didukung oleh sinergi bauran kebijakan yang erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi," tambah Perry.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya