Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebutkan, koperasi adalah salah satu soko guru perekonomian nasional. Pemerintah pun memperkuat koperasi untuk mendukung ekonomi Indonesia di semua sektor melalui koperasi desa/kelurahan merah putih.
"Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No!,” kata Prabowo di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.
Advertisement
Prabowo menuturkan, koperasi diperkuat justru akan membuat ekonomi Indonesia dapat tumbuh kuat di semua sektor, sehingga perekonomian nasional makin kokoh dan bangkit.
"Kita perkuat, Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit, dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini," ujar Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo meminta pihak-pihak yang meragukan koperasi merah putih untuk diam saja di rumah atau silakan kabur ke luar negeri.
"Yang ragu-ragu, duduk di rumah saja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, tidak ada yang melarang," tutur Prabowo.
Di tengah pemerintah Indonesia mendorong koperasi desa/kelurahan Merah Putih, berikut sejumlah hal terkait koperasi desa/keluarhan merah putih, yang dirangkum Senin, (13/7/2026).
1.Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi di Desa
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disiapkan oleh pemerintah menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi di desa. Pemerintah berharap aktivitas ekonomi di desa semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, pembangunan infrastruktur koperasi, dan perluasan bidang usaha.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menuturkan, program itu merupakan bagian dari upaya kembali menghidupkan peran koperasi sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional. Ini sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Ferry mengatakan, selama ini koperasi dinilai tertinggal dibandingkan badan usaha milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta. Karena itu, pemerintah mendorong koperasi agar memiliki peran yang lebih besar dalam berbagai sektor ekonomi.
"Sekarang secara bertahap oleh Bapak Presiden, ketertinggalan badan usaha koperasi dibandingkan badan usaha swasta dan badan usaha milik negara telah mulai bangkit kembali untuk memberikan andil yang sebaik-baiknya bersama dengan badan usaha swasta dan BUMN," kata Ferry dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, di Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan diharapkan mampu menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru, sehingga perputaran uang tidak lagi terkonsentrasi di perkotaan.
"Mereaktifasi perekonomian desa dengan mendirikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di setiap desa dan kelurahan, dan insyaallah nanti akan bermanfaat bagi perputaran uang di desa dan juga bagi pertumbuhan ekonomi di desa-desa," ujarnya.
2. 83 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Sudah Berbadan Hukum
Pemerintah terus mempercepat realisasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga saat ini, sebanyak 83 ribu koperasi telah mengantongi badan hukum, sementara puluhan ribu gerai, gudang, dan fasilitas pendukung juga tengah disiapkan.
Pemerintah menargetkan operasional koperasi dimulai pada Agustus 2026 setelah proses pembangunan dan pelatihan sumber daya manusia rampung.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menuturkan, pembentukan badan hukum koperasi menjadi salah satu tahapan penting dalam implementasi amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Sebagai implementasi amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto menghadirkan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Sudah 83 ribu badan hukum akte dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai," kata Ferry dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, di Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.
Selain legalitas koperasi, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan sarana pendukung. Ferry mengungkapkan sebanyak 15.845 gerai, gudang, dan fasilitas pendukung telah selesai dibangun, sedangkan 19.539 unit lainnya masih dalam proses pembangunan, sehingga total fasilitas yang dipersiapkan mencapai sekitar 35 ribu unit.
Menurut Ferry, setelah pelatihan dan pendidikan bagi para manajer koperasi selesai pada minggu pertama Agustus, mereka akan langsung ditempatkan di koperasi yang telah siap beroperasi.
"Insyaallah bersamaan dengan selesainya pelatihan dan pendidikan bagi manajer Koperasi Desa yang direncanakan awal di minggu pertama bulan Agustus, mereka akan kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya," ujarnya.
3. Koperasi Desa Merah Putih akan Salurkan Kredit Super Mikro Berbunga 8%
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi, termasuk menyalurkan kredit skala mikro dengan bunga menarik.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.
Prabowo mengatakan, KDKMP nantinya tidak hanya akan berperan sebagai koperasi simpan pinjam yang dananya bersumber dari simpanan anggota, tetapi juga akan menyediakan layanan kredit mikro dan super mikro.
"Koperasi nanti tidak hanya untuk simpan pinjam, tapi nanti akan ada gerai simpan pinjem kredit yang murah, kredit mikro dan kredit super mikro," ujar Prabowo.
Ia menuturkan, salah satu fasilitas pembiayaan yang akan tersedia di KDKMP adalah kredit tanpa agunan Mekaar. Melalui skema tersebut, masyarakat dapat mengakses pembiayaan dengan bunga sebesar 8% per tahun.
"Yang tadinya bunganya 22%, saya turunkan jadi 8%. Dibandingkan dengan 22%, lumayan 8%, betul tidak?" lanjut dia.
4.Koperasi Desa Kelola Pabrik Minyak Sawit hingga PLTS
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai didorong mengelola sektor-sektor strategis, mulai dari industri minyak sawit hingga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Dua proyek perdana tersebut dijadwalkan diresmikan pada Agustus 2026.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, koperasi yang mengelola pabrik minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) akan diresmikan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sementara proyek PLTS akan diluncurkan di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kepulauan Riau.
"Bulan Agustus, kami akan meresmikan pabrik CPO di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, itu Kooperasi Unit Desa Sejahtera. Kemudian, bulan Agustus juga kami dengan izin dan perkenaan Bapak (Presiden Prabowo Subianto), ingin meresmikan PLTS skala 1/2 sampai 1 Mega Watt di Sembur Laut, Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau," ujar Ferry dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.
Ferry menuturkan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas ruang usaha koperasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat desa.
Ferry mengatakan pemerintah kini memberikan ruang yang lebih luas bagi koperasi untuk mengembangkan usaha di berbagai sektor strategis. Selain perkebunan sawit, koperasi juga diperbolehkan mengelola sektor pertambangan dan energi.
"Koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang, mineral," ujar Ferry.
Ia menilai kebijakan tersebut akan membuka peluang baru bagi koperasi untuk berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah.
"InsyaAllah nanti akan bermanfaat bagi perputaran uang di desa, dan juga bagi pertumbuhan ekonomi di desa-desa," ujar dia.
5. Koperasi Desa Merah Putih akan Ciptakan Perputaran Uang Rp 223 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menuturkan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menciptakan perputaran uang sebesar Rp 223 triliun per tahun di desa-desa sekaligus memperkuat perekonomian rakyat. KDKMP juga akan menjadi pusat penyaluran barang-barang subsidi agar lebih tepat sasaran.
"Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp 223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa,” kata Prabowo dalam pidatonya memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.
Prabowo menegaskan, KDKMP akan menjadi pusat layanan ekonomi desa, termasuk sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.
Melalui mekanisme tersebut, pemerintah menargetkan penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran sekaligus menutup celah penyelewengan, termasuk penyelundupan barang subsidi ke luar negeri. “Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus! saya katakan ini harus,” tegas Prabowo.
Program KDKMP yang dicanangkan pemerintahan Presiden Praboowo bertujuan membangun ekosistem koperasi modern berbasis digital di tingkat desa. Program ini difokuskan untuk memperkuat perekonomian desa melalui ketahanan pangan, layanan simpan pinjam, serta layanan kesehatan.
Prabowo menjelaskan, KDKMP akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Selain memiliki kantor koperasi, KDKMP juga akan dilengkapi toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa yang menyediakan obat-obatan dengan harga terjangkau, gudang, serta gudang pendingin untuk membantu petani dan nelayan menyimpan hasil panen maupun hasil tangkapan.