Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog berencana membangun 100 gudang baru di berbagai wilayah Indonesia, sebagai tahap awal proyek peningkatan kapasitas gudang penyimpanan pascapanen. Saat ini, BUMN ini masih memfinalisasi studi kelayakan rencana tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyelesaian studi kelayakan (feasibility study/FS) menjadi fokus utama sebelum proyek memasuki tahapan berikutnya. Setelah studi kelayakan rampung, Bulog akan melanjutkan proses pengadaan melalui mekanisme lelang sesuai ketentuan.
Advertisement
"Ini sekarang sudah proses finalisasi untuk perencanaan. Faktor feasibility study, sedang finishing FS," kata Rizal melansir Antara di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Pembangunan gudang baru tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan pangan pemerintah, sekaligus mendukung kelancaran pengelolaan stok beras nasional.
Sebelumnya, Rizal menyatakan pembangunan 100 gudang baru akan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan pascapanen.
Bulog siap menjalankan amanat pemerintah dengan pendekatan yang terukur, profesional, dan akuntabel. "Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional," kata Rizal.
Bulog memastikan seluruh tahapan dipersiapkan secara matang agar pembangunan infrastruktur tersebut benar-benar tepat lokasi, tepat fungsi, dan tepat manfaat bagi masyarakat.
Anggaran Rp 5 Triliun
Adapun program pembangunan itu direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp 5 triliun, yang terdiri atas sekitar Rp 4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.
Pembangunan infrastruktur pascapanen itu meliputi 94 unit gudang penyimpanan; enam unit silo gabah; delapan unit silo jagung; 17 unit dryer beras; 17 unit rice milling unit (RMU); delapan unit dryer jagung; dan sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.
Setiap lokasi pembangunan akan melalui uji kelayakan teknis seperti soil test, analisis kemiringan lahan, serta kajian akses jalan guna mendukung mobilisasi angkutan logistik.
Pembangunan fisik dilaksanakan BUMN karya sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 terkait pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.
Infrastruktur itu akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas lengkap berupa dryer, RMU, silo, hingga sistem mekanisasi dan otomatisasi modern.
Sementara itu, di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan difokuskan pada gudang penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem.