Wall Street Perkasa, Saham Teknologi Jadi Penopang

Sentimen geopolitik Timur Tengah dan kenaikan sejumlah saham teknologi membawa wall street menguat.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 11 Juli 2026, 08:00 WIB
Pialang saham John Romolo bekerja di lantai Bursa Efek New York atau sering disebut Wall Street. (Foto AP/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Di antara tiga indeks saham acuan di AS, indeks S&P 500 memimpin kenaikan yang didukung sejumlah saham teknologi besar.

Mengutip CNBC, Sabtu (11/7/2026), indeks S&P 500 naik 0,42% menjadi 7.575,39. Indeks Nasdaq menguat 0,29% ke 26.281,61. Indeks Dow Jones menguat 0,29% menjadi 52.637,01.

Selama sepekan, indeks S&P 500 menguat lebih dari 1% dalam sepekan. Indeks Nasdaq bertambah lebih dari 1%. Sedangkan indeks Dow Jones turun 0,5%.

Jelang akhir pekan, kenaikan indeks S&P 500 didukung sejumlah saham teknologi besar. Saham Nvidia menguat sekitar 4%. Saham Meta Platforms mendaki 6%. Dengan kenaikan hampir 15% pekan ini, saham Meta mencatat kinerja mingguan terbaik sejak awal 2024. Hal ini terjadi setelah Bank of America mempertahankan peringkat beli untuk saham tersebut. Dalam catatan Bank of America juga menyebutkan, Meta berpotensi meningkatkan struktur biaya kecerdasan buatannya.

Produsen chip Korea Selatan, SK Hynix debut di AS pada Jumat. Saham SKY Hynix dibuka pada harga US$ 170 di Nasdaq dan terakhir diperdagangkan naik sekitar 13%. American Depository Receipt (ADR) perusahaan, yang melonjak tinggi tahun ini karena permintaan memori yang besar, dihargai US$ 149 per lembar. Beberapa pelaku pasar khawatir penawaran baru ini dapat bersaing untuk dana investor dengan saham memori AS seperti Micron Technology.

Menjelang debutnya pada Jumat, saham Korea Selatan memimpin kenaikan di bursa saham Asia-Pasifik. Kospi naik 2,5% pada Jumat, sementara Nikkei 225 Jepang ditutup 1,2% lebih tinggi. CSI 300 China daratan ditutup 1,96% lebih rendah, terseret oleh sektor teknologi dan industri. Di sisi lain, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup sedikit di atas garis datar.

 

Sentimen Wall Street

Suasana di wall street. (Foto:AP/Seth Wenig)

Meskipun saham-saham chip mengalami tekanan baru-baru ini, saham-saham tersebut telah mengalami kenaikan besar tahun ini. Pada 2026, Micron telah melonjak lebih dari 200%. Lam Research, Marvell Technology dan Intel semuanya telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak awal tahun.

"Ada begitu banyak euforia seputar booming AI sejak musim panas 2023,” kata Kepala Strategi Pasar di Great Valley Advisor Group, Eric Parnell.

"Kita jelas berada dalam fase booming saat ini, tetapi saya memiliki kekhawatiran yang nyata tentang kemungkinan penurunan di paruh kedua tahun ini,” ia menambahkan.

Pergerakan ini terjadi setelah saham-saham AS menguat pada Kamis, dibantu oleh penurunan harga minyak setelah Presiden Donald Trump mengatakan Iran menghubungi untuk membuat kesepakatan. Qatar dan Pakistan mencoba untuk membawa Washington dan Teheran kembali ke meja perundingan, kata para pejabat dari negara-negara tersebut kepada MS Now.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan kedua pihak akan melanjutkan "pembicaraan teknis" bahkan setelah serangan udara dari kedua belah pihak, seperti yang dilaporkan MS Now pada hari Kamis, menambahkan bahwa AS berkomitmen untuk menemukan solusi bagi konflik Timur Tengah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya