Liputan6.com, Jakarta - Founder PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), Raffi Ahmad, menempatkan Cipungland sebagai salah satu aset intelektual (intellectual property/IP) yang akan menjadi motor pertumbuhan perseroan setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Raffi mengatakan, RANS kini tidak lagi bergantung pada sosok dirinya dan Nagita Slavina. Menurut dia, perusahaan telah berevolusi menjadi ekosistem bisnis yang mencakup berbagai lini usaha, mulai dari hiburan, produk konsumsi, makanan dan minuman, hingga taman bermain edukatif Cipungland.
Advertisement
“RANS sekarang sudah menjelma. Bukan lagi hanya Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Ada Cipungland, ada FMCG, ada F&B, dan berbagai bisnis lainnya. Saya ingin RANS terus berevolusi,” ujar Raffi usai pencatatan saham perdana RANS, di Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/7/2026).
Raffi mengaku terinspirasi oleh model bisnis Walt Disney yang mampu mengembangkan karakter menjadi berbagai produk dan destinasi hiburan. Ia ingin RANS membangun ekosistem serupa melalui pengembangan berbagai intellectual property yang dimiliki, termasuk Raffatar, Rayanza, dan Cipungland.
“Saya terinspirasi Walt Disney. Bukan sekadar nama pendirinya, tetapi bagaimana karakter dan intellectual property bisa berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan. Saya ingin RANS memiliki legacy seperti itu,” katanya.
Komisaris Utama RANS Entertainmen Indonesia Tbk, Darwin Cyril Noerhadi, menjelaskan pengembangan intellectual property menjadi salah satu fokus penggunaan dana hasil IPO. Salah satunya adalah pengembangan Cipungland sebagai wahana bermain sekaligus sarana edukasi bagi anak-anak.
Dana IPO
Menurut Darwin, sekitar 18% dana IPO dialokasikan untuk pengembangan intellectual property, termasuk Cipungland. Ia menilai proyek tersebut memiliki nilai strategis karena memanfaatkan basis lebih dari 150 juta pengikut dan pelanggan RANS untuk menghadirkan konten edukatif bagi anak-anak.
"Cipungland merupakan kegiatan yang berfokus pada pendidikan anak. Dengan basis lebih dari 150 juta followers dan subscribers yang kami miliki, aspek pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting,” ujarnya dalam kesempatan serupa.
Darwin menambahkan, kekuatan utama RANS terletak pada kreativitas dan hak kekayaan intelektual. Karena itu, pengembangan intellectual property diharapkan dapat menjadi fondasi keberlanjutan bisnis perseroan dalam jangka panjang, sehingga RANS tidak bergantung pada figur pendirinya semata.
Usai IPO, Raffi Ahmad Mengingat Awal Mula RANS dari Garasi
Sebelumnya, Founder PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), Raffi Ahmad, mengaku bersyukur atas pencatatan perdana saham RANS di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut dia, perjalanan perusahaan hingga menjadi emiten merupakan buah dari doa dan dukungan masyarakat Indonesia sejak RANS berdiri pada 2016.
Raffi mengenang, RANS berawal dari sebuah kantor sederhana di garasi rumah yang hanya digunakan untuk mendokumentasikan aktivitas keluarganya. Seiring bertambahnya pengikut di media sosial, ia merasa masyarakat terus mendoakan perjalanan hidup dan perkembangan usahanya.
"RANS dimulai dari garasi rumah. Awalnya hanya mengabadikan keluarga. Seiring waktu, semakin banyak masyarakat yang mengikuti dan mendoakan kami. Saya percaya keberkahan yang kami rasakan hari ini tidak lepas dari doa masyarakat Indonesia,” ujar Raffi saat seremoni IPO RANS, Jumat (10/7/2026).
Ia mengatakan, pencatatan saham di BEI menjadi momen bersejarah karena kini RANS tidak lagi hanya dimiliki oleh dirinya dan Nagita Slavina, melainkan juga oleh masyarakat luas sebagai pemegang saham.
Raffi turut menyampaikan terima kasih kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), para mitra, investor, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses IPO. Ia juga mengapresiasi dukungan keluarganya, termasuk Nagita Slavina, kedua orang tua, dan anak-anak mereka yang hadir dalam seremoni tersebut.
Menurut Raffi, tujuan jangka panjang RANS bukan sekadar membangun perusahaan hiburan, tetapi menciptakan warisan yang dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat.
“Mulai hari ini RANS bukan hanya milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Saya berharap RANS menjadi sebuah legacy, sebuah kendaraan yang membawa keberkahan bagi banyak orang. Kelak, ketika saya dan Nagita sudah tidak ada, RANS tetap hidup dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.