Liputan6.com, Kyiv - Ukraina menyerang sejumlah fasilitas minyak Rusia dan membakar dua kapal tanker di Laut Azov. Serangan terbaru ini merupakan bagian dari rangkaian gempuran terhadap situs-situs energi Rusia yang telah memicu krisis bahan bakar di negara itu.
Pada malam hingga Kamis (9/7/2026) dini hari, drone menghantam depot minyak di wilayah Tver dan Stavropol.
Advertisement
Menurut Gubernur Rostov Yury Slyusar seperti dilaporkan Al Jazeera, drone Ukraina membakar dua kapal tanker minyak di Laut Azov. Ia mengatakan salah satu kapal masih terbakar, sementara seluruh awak telah dievakuasi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuturkan pasukan pertahanan Ukraina juga menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar cadangan yang berjarak sekitar 800 kilometer dari garis depan, serta stasiun pemompaan minyak di Ufa, hampir 1.500 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Zelenskyy menuturkan pula pasukan Ukraina menyerang terminal pemuatan minyak di wilayah Rostov, sekitar 200 kilometer dari garis depan. Namun, belum jelas apakah serangan itu sama dengan yang disebutkan oleh Slyusar.
Serangan Kyiv terhadap depot dan kilang minyak Rusia telah memicu krisis bahan bakar di berbagai wilayah Rusia. Kondisi itu memaksa Moskow, salah satu produsen minyak terbesar di dunia, melarang sejumlah ekspor.
Lebih dari 90 persen wilayah Rusia dilaporkan telah menerapkan penjatahan dalam beberapa bentuk atau melaporkan kelangkaan bensin dan diesel.
Zelenskyy menyebut serangan-serangan itu sebagai bagian dari kampanye "sanksi jarak jauh" Kyiv, yang dilakukan sebagai balasan atas serangan Rusia dan penolakan Moskow untuk mengakhiri perang.
"Kami sudah lama mengusulkan agar Rusia mengakhiri perang ini. Setiap hari penundaan harus membuat perang itu terasa di tempat semuanya bermula, yaitu di Rusia," kata Zelenskyy.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya menembak jatuh 73 drone Ukraina sejak Rabu (8/7) malam hingga Kamis dini hari.
Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan 94 drone serang jarak jauh dan dua rudal balistik ke Ukraina pada malam yang sama.
"Sebanyak 72 drone berhasil dijamming atau dicegat. Namun, 19 drone dan dua rudal tersebut tetap menimbulkan kerusakan di 13 lokasi," kata Angkatan Udara Ukraina.