Liputan6.com, Jakarta - Seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok terluka saat memadamkan kebakaran pengolahan jelantah. Kejadian bermula saat petugas Damkar berjibaku memadamkan api yang melumat rumah dua lantai sekaligus tempat usaha tersebut.
“Sesampainya di sana kami langsung berusaha memadamkan api yang membakar rumah dua lantai dan tempat pengolahan minyak jelantah,” kata Kabid Pengendalian Operasional pada Damkar Depok Tessy Haryati , Kamis (9/7/2026).
Advertisement
Api besar membuat struktur bangunan rapuh. Korban yang menggunakan APD lengkap terkena runtuhan bangunan pada bagian kepala.
“Petugas yang terluka pada proses pemadaman, mendapatkan enam jahitan pada bagian kepala,” ungkap Tessy.
Usai menjalani penanganan medis di rumah sakit, petugas yang terluka telah kembali ke rumah untuk menjalani pemulihan luka. Damkar Kota Depok berusaha melakukan penanganan pemadaman api sesuai standar operasional prosedur.
“Petugas kami yang terluka berhasil menyelamatkan lima orang di lokasi kebakaran dan tiga di antaranya adalah perempuan,” ucap Tessy.
Damkar Kota Depok mengerahkan enam unit mobil pompa berukuran 1.000 liter sampai 8.000 liter, serta lima unit mobil ambulance. Damkar Kota Depok turut berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memutus sementara jaringan listrik pada saat kebakaran.
“Petugas berusaha menembus dan naik bangunan lantai dua yang mengalami kebakaran,” terang Tessy.
Mengingat api yang membesar dan luas area yang terbakar, petugas Damkar Kota Depok membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memadamkan api.
“Luas area yang terbakar sekitar 400 meter dan diduga sumber api berasal dari tempat pengolahan minyak jelantah yang ditinggal oleh pemilik rumah,” ucap Tessy.