IPO Terbesar Hong Kong 2026: Saham Luxshare Turun Saat Perdagangan Perdana

Luxshare Precision Industry meraup dana Rp 55,89 triliun dari IPO di Hong Kong.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Juli 2026, 16:01 WIB
Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Saham Luxshare Precision Industry turun lebih dari 5% saat perdagangan perdana di Hong Kong pada Kamis, (9/7/2026). Perseroan menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) senilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) yang terbesar tahun ini di Hong Kong.

Perusahaan yang sudah terdaftar di Shenzhen menetapkan harga saham IPO sebesar 63,28 dolar Hong Kong. Pemasok Apple ini meraup dana 24,27 miliar dolar Hong Kong atau US$ 3,09 miliar. Nilai itu setara Rp 55,89 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.090). Saham itu diperdagangkan pada harga 60 dolar Hong Kong pada awal perdagangan. Demikian mengutip CNBC, Kamis pekan ini.

Dari perakit AirPods Apple, Luxshare telah berkembang menjadi pemasok komponen untuk berbagai produk elektronik konsumen dan otomotif serta produk komunikasi. Apple menyumbang sekitar 70% dari pendapatan Luxshare, menurut PitchBook.

Di Bursa Efek Shenzhen, saham Luxshare turun 1,28% menjadi 62,47 yuan pada Rabu, 8 Juli 2026. Adapun perseroan mencatatkan saham di Bursa Efek Shenzhen sejak 2010.

Pendapatan Luxshare mencapai 332,34 miliar yuan pada 2025, naik dari 268,79 miliar yuan pada 2024, menurut prospektusnya. Adapun elektronik konsumen menyumbang 79,5%, elektronik otomotif 11,8%, dan komunikasi serta pusat data sebesar 7,4%.

Perusahaan ini memiliki rekam jejak akuisisi, menyelaraskan kemampuannya dengan bisnis intinya, dan mengindikasikan bahwa mereka mungkin akan mengevaluasi berbagai peluang akuisisi dan kemitraan strategis di masa mendatang yang dapat meningkatkan kemampuannya. Secara khusus, mereka meningkatkan kepemilikan saham pengendali di perusahaan spesialis kabel dan harness otomotif Jerman, Leoni AG, menjadi 74,9% per April 2026.

Luxshare didirikan pada 2004 oleh pengusaha Wang Laichun, yang saat ini memimpin perusahaan sebagai CEO. Meskipun terdaftar di bursa saham, perusahaan ini merupakan bisnis yang dikendalikan keluarga, dengan saudara laki-laki Wang, Wang Laisheng, menjabat sebagai wakil ketua.

Luxshare bergabung dengan gelombang IPO besar di Hong Kong pekan ini, bersama dengan perusahaan rintisan kendaraan otonom Momenta dan perusahaan manufaktur semikonduktor Nexchip.

Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Bursa Saham Asia Lesu

Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik melemah pada Rabu, (8/7/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah ketegangan di Timur Tengah membebani sentimen investor.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,55%. Indeks Topix turun 0,7%. Indeks Kospi di Korea Selatan terpangkas 0,72%, dan indeks Kosdaq anjlok 1,94%. Indeks ASX 200 tergelincir 1,36%.

Kontrak berjangka saham mendatar pada Selasa pekan ini.  Seiring investor mempertimbangkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan harga minyak melonjak. Investor juga menantikan risalah dari pertemuan kebijakan terbaru the Federal Reserve.

Kontrak berjangka Dow Jones turun 29 poin. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 melemah 0,15.

Di sisi lain, Komando Pusat AS mengatakan, Amerika Serikat (AS) memulai serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran pada Selasa malam. Hal ini sebagai balasan atas serangan terhadap tiga kapal komersial yang berlayar di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Departemen Keuangan mencabut izin yang mengizinkan Iran untuk menjual minyaknya di seluruh dunia menyusul serangan di Selat Hormuz.

 

 

Perhatian Investor

Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus naik 2,1% menjadi US$ 71,87 per barel dalam perdagangan Asia. Kontrak berjangka untuk patokan internasional Brent minyak mentah untuk pengiriman September melonjak 1,9% menjadi US$ 75,53 per barel.

Perhatian investor kini beralih ke risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Juni, yang akan dirilis pukul 14.00 ET pada Rabu. Rilis tersebut diharapkan memberikan wawasan lebih lanjut tentang pertemuan kebijakan pertama Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, di mana para pejabat mempertahankan suku bunga tidak berubah sambil memberi sinyal kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan jika tekanan inflasi terus berlanjut.

"Risalah FOMC akan menjadi hal yang sulit diprediksi karena Warsh sangat tidak transparan pada konferensi pers terakhir,” kata pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli, dalam sebuah catatan.

“Biasanya, [Jerome] Powell memberikan penjelasan yang cukup komprehensif tentang diskusi pertemuan, tetapi itu tidak terjadi dengan Warsh, jadi risalah tersebut, yang kemungkinan besar bernada hawkish, dapat berisi beberapa kejutan,” ia menambahkan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya