Liputan6.com, Jakarta - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026). Di balik pencatatan tersebut, Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Cristina Sandjaja, mengungkap kisah menarik mengenai perjalanan perseroan yang terbilang singkat, yakni hanya enam bulan sejak memulai persiapan hingga akhirnya berhasil melantai di pasar modal.
"Perjalanan IPO kami sebenarnya dimulai dengan arahan dari ketua kami, Pak Andi (CEO Prodia Group), enam bulan lalu, tepatnya 16 Januari 2026, agar Prodia melakukan IPO tahun ini dengan tujuan keberlanjutan," kata Cristina dalam seremoni pencatatan perdana PRDL di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Advertisement
Menurut Cristina, target tersebut semula dianggap sebagai sesuatu yang nyaris mustahil. Pasalnya, perusahaan harus mempersiapkan seluruh proses administrasi dan teknis dari nol hanya dalam kurun waktu setengah tahun.
Namun, berkat kerja keras seluruh tim internal, penjamin emisi (underwriter), serta berbagai profesi penunjang pasar modal, target ambisius tersebut akhirnya berhasil diwujudkan. Cristina mengungkapkan bahwa seluruh tim bahkan harus lembur hingga larut malam selama proses persiapan berlangsung.
Kerja keras itu pun berbuah manis. Prodia Diagnostic Line tidak hanya sukses menyelesaikan proses IPO dalam waktu singkat, tetapi juga mencatat antusiasme yang luar biasa dari para investor.
Catat Rekor 1,2 Juta Pesanan Ritel
Saat masa penawaran umum ditutup dua hari sebelum pencatatan, PRDL menorehkan rekor baru dari sisi partisipasi investor ritel. Penawaran umum saham perusahaan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 700 kali lipat, dengan total sekitar 1,2 juta pesanan ritel.
"Ketika penawaran umum ditutup dua hari lalu, kami memecahkan rekor dengan jumlah pesanan ritel terbanyak sepanjang masa, yaitu 1,2 juta pesanan dan 700 kali lipat penawaran yang dipesan. Luar biasa, bukan," ujarnya bangga.
Saham PRDL Melonjak 35% pada Pembukaan Perdagangan
PRDL menjadi perusahaan tercatat ke-6 yang melantai di BEI sepanjang 2026. PT Prodia Diagnostic Line Tbk sendiri merupakan emiten yang bergerak di bidang pembuatan dan pengolahan alat kesehatan terkait diagnosis medis.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan melepas sebanyak 1.742.900.000 saham di BEI dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 120 per saham.
Pada hari pertama perdagangan, saham PRDL langsung mendapat respons positif dari pasar. Berdasarkan data transaksi, saham PRDL langsung melesat ke level Rp 162 per saham, atau melonjak 35% pada pembukaan perdagangan.
Kenaikan signifikan ini menjadi bukti nyata tingginya minat pemodal terhadap saham emiten baru di sektor alat kesehatan tersebut.