Liputan6.com, Jakarta - Tren pistachio belum menunjukkan tanda-tanda mereda di industri makanan dan minuman. Setelah hadir dalam aneka minuman kopi, cokelat, dan pastry, kini cita rasa kacang berwarna hijau tersebut merambah frozen yogurt.
Kehadiran varian pistachio menjadi salah satu strategi pelaku usaha untuk mengikuti selera konsumen yang gemar mencoba menu musiman, sekaligus menawarkan pengalaman menikmati dessert yang berbeda. Tren tersebut dimanfaatkan ha-yo! yang menghadirkan varian seasonal bertema pistachio melalui rasa yogurt Feast Tachio dan topping kunafa pistachio.
Advertisement
Konsep tersebut melengkapi pengalaman self-service yang memungkinkan pengunjung menentukan sendiri kombinasi rasa dan topping tanpa dikenakan biaya tambahan berdasarkan berat, melainkan menggunakan sistem harga tetap sesuai ukuran gelas yang dipilih.
R&D Chef ha-yo! Frozen Yoghurt Carla Ryadi mengatakan, kehadiran pistachio merupakan respons terhadap tren kuliner yang sedang berkembang. "Sekarang pistachio lagi booming. Hampir semua orang menghadirkan menu berbasis pistachio, jadi kami juga ingin menghadirkan varian yang mengikuti tren, sekaligus memberikan sesuatu yang baru pada pelanggan," kata dia saat jumpa pers di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Carla, pihaknya sengaja tidak sekadar menghadirkan rasa pistachio, tapi juga mengembangkan topping yang berbeda dari produk serupa. Kunafa pistachio dipadukan dengan dark chocolate mochi sebagai pengganti marshmallow yang umum digunakan pada dessert sejenis.
Pilihan tersebut diambil karena mochi menjadi salah satu topping yang mendapat respons positif dari pelanggan sejak awal pembukaan gerai. Varian pistachio juga dirancang sebagai menu musiman yang sewaktu-waktu dapat berganti mengikuti tren berikutnya.
Menu Musiman yang Menarik
Strategi itu dilakukan agar pelanggan selalu menemukan pilihan baru setiap kali datang. Dengan cara tersebut, gerai tidak hanya mengandalkan menu tetap, tapi juga menciptakan alasan bagi konsumen untuk kembali mencoba kombinasi rasa yang berbeda.
Selain menghadirkan menu musiman, ha-yo! mengusung konsep "Create Your Own Cup" yang memberi kebebasan penuh pada pelanggan saat meracik frozen yogurt. Pengunjung dapat memilih ukuran gelas, menentukan rasa yogurt, lalu menambahkan topping sesuai selera tanpa dibatasi paket tertentu.
Konsep tersebut berbeda dengan penyajian dessert yang biasanya telah ditentukan pasangan rasa maupun topping-nya. Carla menilai kebebasan memilih menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati frozen yogurt mereka.
"Kami tidak ingin pelanggan merasa ragu mengambil topping karena harus memikirkan tambahan biaya. Kami ingin mereka benar-benar menikmati proses bereksperimen dengan rasa, santai, dan fun," katanya.
3 Ukuran Cup
Saat ini, ha-yo! menyediakan tiga ukuran gelas, yakni small seharga Rp 40 ribu, medium Rp 60 ribu, dan large Rp 75 ribu. Pelanggan dapat memilih enam rasa frozen yogurt yang tersedia, kemudian memadukannya dengan 36 pilihan topping. Beberapa topping yang paling banyak dipilih antara lain kunafa pistachio, mochi, dan saus biscoff.
Konsep self-service pertama kali diperkenalkan di gerai Bintaro sebelum diperluas ke Pasaraya Blok M dan Puri Indah Mall. Menurut Carla, respons awal menunjukkan pelanggan, terutama kalangan pelajar dan anak muda, menyukai kebebasan mencampurkan berbagai rasa sesuai preferensi masing-masing.
"Setiap orang punya selera yang berbeda. Ada yang ingin mencampur banyak topping sekaligus, ada juga yang hanya memilih dua rasa," ujar Carla.
Kendati demikian, ia tetap menyarankan pelanggan untuk mindful. Jangan sampai jadi membuang makanan karena kalap mencampurkan rasa yogurt dan topping. "Selama muat di cup, pelanggan bebas pilih," ia mengatakan.
Tren Frozen Yogurt
Selain mengembangkan variasi menu, perusahaan juga menaruh perhatian pada proses produksi. Carla mengatakan, seluruh proses pembuatan yogurt dilakukan dengan memperhatikan sanitasi karena produk mengandung kultur bakteri hidup atau probiotik.
Peralatan dan mesin dibersihkan secara berkala untuk menjaga kualitas produk, termasuk area topping yang digunakan langsung oleh pelanggan. Yoghurt sendiri dikenal sebagai produk susu fermentasi yang mengandung protein, kalsium, serta probiotik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan.
Dengan rasa yang segar dan tekstur ringan, frozen yogurt kini semakin sering dipilih sebagai alternatif hidangan penutup yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat urban. Tren tersebut sejalan dengan hasil survei Populix pada 2024 dan 2025 yang menunjukkan makanan menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar bagi Generasi Z di Indonesia.
Laporan yang sama juga mencatat bahwa konsumen muda tidak lagi hanya mempertimbangkan rasa ketika memilih makanan, tapi juga mencari pengalaman, keunikan menu, serta daya tarik visual yang dapat dinikmati bersama teman maupun keluarga.