Liputan6.com, Jakarta - Apple diperkirakan akan meluncurkan iPhone Fold pada musim gugur (September 2026), bersamaan dengan iPhone 18 Pro. Namun, jadwal perilisannya mungkin bisa berbeda.
Berdasarkan postingan di X dari analis TF Securities Ming-Chi Kuo, data rantai pasokan mengindikasi stok bagi iPhone Fold mungkin tidak tersedia untuk mulai dijual segera setelah peluncurannya.
Advertisement
Saat itu, model yang menjadi milestone tersebut diperkenalkan seperti biasa bersamaan dengan rilisan lainnya, iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Namun pre-order baru mulai pada akhir Oktober, disusul dengan penjualan pada awal November.
Menurut Kuo, rantai pasok memiliki target dalam memproduksi sekitar 7 sampai 8 juta unit iPhone Fold pada paruh kedua 2026.
Akan tetapi, untuk kuartal ketiga, diprediksi hanya berkisar antara setengah juta hingga 1 juta unit. Demikian sebagaimana dikutip dari Apple Insider, Rabu (9/7/2026).
Sebagai perbandingan, iPhone 18 Pro dan Pro Max akan diproduksi sekitar 20 juta unit. Ternyata, rantai pasokan menunjukkan pola yang mirip dengan iPhone X.
Sejarah Produksi Terulang Kembali
Salah satu alasan keterlambatan peluncuran iPhone X adalah karena masalah produksi. Hal ini tentu tidak asing bagi penggemar iPhone Fold.
Pada 2017, produksi iPhone X juga berada di angka rendah, yaitu 1 juta unit untuk kuartal ketiga. Hal ini karena model tersebut memperkenalkan banyak fitur baru yang tidak dimiliki model-model sebelumnya, sehingga rantai pasokan juga harus menyesuaikan.
Fitur tersebut termasuk dengan desain layar OLED juga sistem keamanan biometrik Face ID. iPhone Fold tentu juga harus menghadapi masalah serupa. Termasuk layar lipat, serta rumor mengenai engsel yang bermasalah.
Ming-Chi Kuo memiliki rekam jejak mengenai perhatiannya yang detail terhadap pemeriksaan rantai pasokan. Meskipun rumor banyak membicarakan penundaan perilisan di masa lalu, laporan Kuo tersebut dianggap lebih mendekati kenyataan dibandingkan rumor-rumor lainnya.