Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Indonesia Alami Cuaca Panas Ekstrem Tiap 60 Tahun Sekali

Cek fakta pesan berantai Indonesia alami cuaca panas ekstrem setiap 60 tahun sekali, simak dalam artikel ini!

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 08 Juli 2026, 11:00 WIB
Cek fakta pesan berantai Indonesia alami cuaca panas ekstrem

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan berantai yang mengklaim adanya periode cuaca panas ekstrem yang muncul setiap 60 tahun di Indonesia. Pesan berantai itu banyak dibagikan sejak pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 7 Juli 2026.

Berikut isi pesan berantainya:

"*‼️‼️‼️ Pengumuman Penting:*

*Para ahli meteorologi memperingatkan akan adanya periode cuaca yang sangat panas dan lembap yang terjadi sekali dalam 60 tahun tahun ini!*

*Selain itu, musim panas tahun ini akan berlangsung selama 40 hari. Oleh karena itu, kita harus bersiap menghadapi panas ekstrem yang melebihi 40°C dan mengambil tindakan pencegahan terhadap serangan panas!*

*Harap diingat:*

Tidak peduli seberapa panasnya,selalu minumlah air bersih dan hangat.

*Minumlah perlahan, satu teguk demi satu teguk. Hindari sama sekali minum air dingin atau air es!*

*Para dokter mengatakan: Ketika suhu mencapai 40°C, jangan pernah minum air yang sangat dingin atau air es!*

*Minum air dingin atau air es dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah atau meledak!*

*Ini penting, jadi saya akan mengatakannya tiga kali: Minum teh dingin, air dingin, air es, atau minuman dingin di tengah teriknya musim panas dapat mengancam jiwa! Seorang teman saya yang berprofesi sebagai dokter pulang dari luar rumah dengan tubuh basah kuyup oleh keringat. Karena ingin segera mendinginkan badan, ia langsung mencuci kakinya dengan air dingin. *Tiba-tiba, penglihatannya kabur dan ia tidak bisa melihat! Ia dilarikan ke rumah sakit tetapi meninggal dunia.

Saat suhu mencapai 38°C atau lebih tinggi, setelah pulang dari luar rumah, istirahatlah terlebih dahulu.

Jangan berdiri langsung di bawah AC.

Dan jangan sekali-kali minum air dingin atau air es.

Jangan mandi air dingin, dan jangan langsung mencuci tangan, kaki, atau rambut dengan air dingin!

Jangan mencuci atau membasahi kulit yang telah terpapar sinar matahari langsung!

Tunggu setidaknya 30 menit sebelum mandi! Anda bisa minum air garam hangat atau air hangat, tetapi minumlah perlahan, jangan langsung menenggak!

Saya ulangi: Setelah pulang dari hari yang panas, jangan sekali-kali langsung menyalakan AC atau mandi air dingin untuk mendinginkan badan. Langsung menyalakan AC atau mandi air dingin sangat mungkin menyebabkan stroke!

Di musim panas, mohon hindari minum air dingin atau air es! Hal itu dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan stroke atau bahkan kematian!

Semoga semua orang menikmati musim panas yang aman dan menyenangkan!"

Akun itu menambahkan narasi "Penting, mohon dibaca sampai selesai"

Lalu benarkah postingan berantai yang mengklaim adanya periode cuaca panas ekstrem yang muncul setiap 60 tahun di Indonesia?

 

Penelusuran Fakta 

CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Mereka menjelaskan pesan berantai tersebut merupakan imbauan yang tidak berdasar.

"BMKG tidak pernah menggunakan istilah seperti "cuaca sekali 60 tahun" dalam prakiraan cuaca maupun iklim. Kondisi atmosfer dipantau secara terus-menerus melalui jaringan pengamatan dan dianalisis menggunakan metode ilmiah, sehingga setiap informasi yang disampaikan didasarkan pada hasil observasi dan analisis, bukan pada klaim yang beredar di media sosial," bunyi pernyataan dalam laman resmi BMKG.go.id.

BMKG juga menjelaskan Indonesia beriklim tropis dengan dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Cuaca yang terasa lebih panas bukan berarti Indonesia sedang memasuki musim panas (summer) seperti di negara-negara subtropis.

Terkait larangan meminum air dingin yang dapat menyebabkan stroke, Tim Cek Fakta Liputan6.com menghubungi dr. Muhamad Fajri Adda'i, Sp.J.P. Ia menjelaskan  tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan stroke itu disebabkan suhu panas lalu meminum air dingin.

"Enggak ada. Stroke ada dua jenisnya pendarahan atau stroke pembukaan darah, kedua stroke ini prosesnya jauh-jauh hari, setahun-dua tahun prosesnya," kata Fajri saat berbincang dengan Liputan6.com.

Menurutnya, untuk mengatasi cucanya panas memang harus minum air agar terhindar dari dehidrasi, namun tidak ada saran yang menyatakan harus minum air panas.

"Tidak ada yang menyarankan untuk mengatasi suhu panas minum air hangat, enggak ada, biasa saja, tapi bahwa harus minum iya mencukupkan dehidrasi tubuh kita betul," ujarnya.

Sumber:

https://gaw-bariri.bmkg.go.id/publikasi/artikel/503-hoaks-indonesia-akan-dilanda-heatwave-selama-40-hari

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5598114/cek-fakta-tidak-benar-stroke-dipicu-minum-air-dingin-saat-gelombang-panas-melanda-indonesia

Kesimpulan

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Postingan berantai yang mengklaim adanya periode cuaca panas ekstrem yang muncul setiap 60 tahun di Indonesia adalah hoaks.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya