Liputan6.com, Baghdad - Perdana Menteri Irak Ali Falih al-Zaidi menetapkan Rabu (8/7/2026) sebagai hari libur nasional untuk menandai prosesi pemakaman dan penghormatan terakhir bagi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Seyed Ali Khamenei yang gugur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel (AS) pada 28 Februari.
Sebelumnya, Gubernur Karbala, kota suci di Irak, Nassif Jassim al-Khattabi pada Selasa (7/7) seperti dilaporkan kantor berita Iran, IRNA, mengatakan wilayahnya telah sepenuhnya siap dan mengambil seluruh langkah pengamanan serta logistik untuk menjadi tuan rumah prosesi besar penghormatan terakhir dan pemakaman bagi Ali Khamenei, yang menjadi pemimpin tertinggi Iran sejak 1989.
Advertisement
Nassif memperkirakan jumlah peserta yang hadir di Karbala akan sangat besar. Ia menyebut kerumunan pelayat dari berbagai provinsi di seluruh Irak telah bergerak menuju kota suci tersebut untuk ambil bagian dalam prosesi itu.
Menurut Nassif, rangkaian pemakaman akan berlangsung dalam tiga tahap, dimulai dengan upacara resmi kenegaraan pada Selasa malam, dilanjutkan dengan prosesi pemakaman yang diikuti masyarakat di kota suci Najaf pada Rabu pagi, dan diakhiri dengan prosesi terakhir di Provinsi Karbala pada Rabu siang.Rangkaian penghormatan terakhir Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya berlangsung selama sepekan, dimulai dengan prosesi menyemayamkan jenazah di Teheran (3-6 Juli) dan Qom (7/7), sebelum menuju Najaf serta Karbala, Irak, pada 8 Juli. Setelah rangkaian prosesi di Irak selesai, jenazah diterbangkan kembali ke Iran untuk dimakamkan secara permanen di kompleks Makam Imam Ali Reza, Mashhad, pada Kamis (9/7).