Dubai Mallathon 2026 Digelar di 6 Mal, Ajang Lari Tanpa Perlu Panas-panasan

Dubai Mallathon 2026 diselenggarakan selama tiga bulan di enam mal terbesar di Dubai.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 08 Juli 2026, 09:01 WIB
Orang-orang berpartisipasi dalam Dubai Mallathon 2025, di mal City Centre Mirdif di Dubai pada 9 Agustus 2025. Dubai Mallathon adalah inisiatif kesehatan masyarakat di seluruh kota yang bertujuan untuk mendorong orang-orang agar tetap aktif selama musim panas yang terik, dengan mengubah pusat perbelanjaan utama kota menjadi ruang kebugaran pagi hari. (dok. Giuseppe CACACE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Dubai Mallathon pada 2026 memasuki tahun kedua. Kali ini, ajang tersebut mengubah enam mal terbesar di Dubai menjadi lintasan olahraga indoor yang mengajak masyarakat dan pengunjung untuk berjalan kaki, jogging, maupun berlari.

Program ini berlangsung setiap hari mulai 15 Juni hingga 15 September 2026, pukul 06.00–10.00 pagi, dengan pilihan rute sejauh 2,5 km, 5 km, dan 10 km yang dapat disesuaikan dengan preferensi maupun tingkat kebugaran masing-masing peserta. Partisipasi dalam Dubai Mallathon tidak dipungut biaya dan tidak memerlukan pendaftaran terlebih dahulu.

Pengunjung cukup datang ke salah satu mal yang berpartisipasi, mengambil gelang Dubai Mallathon, lalu memilih rute yang diinginkan, baik untuk berjalan santai, jogging, maupun berlari. Program ini berlangsung di Dubai Mall, Mall of the Emirates, Mirdif City Centre, Dubai Festival City Mall, Deira City Centre, dan Dubai Hills Mall, dengan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk semua usia dan tingkat kebugaran.

Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 7 Juli 2026, ajang itu juga menyediakan sesi khusus bagi perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas, serta sesi pemanasan bersama pelatih kebugaran profesional. Seluruh peserta akan mendapat gelang Dubai Mallathon yang memberikan akses ke berbagai penawaran eksklusif di kafe, restoran, dan gerai ritel yang berpartisipasi. Beragam hadiah juga dapat dinikmati berdasarkan tingkat kehadiran dan partisipasi selama program berlangsung.

Pecahkan Rekor Guinness Tahun Lalu

Orang-orang berpartisipasi dalam Dubai Mallathon 2025, di mal City Centre Mirdif di Dubai pada 9 Agustus 2025. Dubai Mallathon adalah inisiatif kesehatan masyarakat di seluruh kota yang bertujuan untuk mendorong orang-orang agar tetap aktif selama musim panas yang terik, dengan mengubah pusat perbelanjaan utama kota menjadi ruang kebugaran pagi hari. (dok. Giuseppe CACACE / AFP)

Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Putra Mahkota Dubai, Wakil Perdana Menteri, sekaligus Menteri Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa Dubai Mallaton merupakan bagian dari komitmen Dubai dalam mendorong gaya hidup yang lebih sehat dengan menghadirkan aktivitas olahraga yang mudah diakses melalui ruang publik sehari-hari. 

"Kesehatan dan kualitas hidup merupakan fondasi masyarakat yang maju. Ketika keduanya terjaga, masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya. Ia mengatakan bahwa berbagai fasilitas di Dubai dirancang untuk semua kalangan, dengan menghadirkan ruang bagi masyarakat dan pengunjung untuk berkumpul, beraktivitas, dan membangun kebersamaan.

Pada tahun lalu, Dubai Mallathon berhasil menarik lebih dari 40.000 peserta dan mencatatkan Guinness World Record sebagai ajang lari di dalam pusat perbelanjaan dengan jumlah pelari terbanyak di dunia. Lebih dari 1.300 pelari juga ambil bagian dalam satu ajang lari di Dubai Hills Mall, mencerminkan antusiasme yang terus meningkat terhadap kegiatan ini.

Visa on Arrival untuk Turis Indonesia

Orang-orang menikmati pemandangan cakrawala kota dengan latar gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa, di Dubai, Uni Emirat Arab (18/10/2019). Burj Khalifa yang sebelumnya bernama Burj Dubai, adalah sebuah pencakar langit di Dubai, UEA yang diresmikan pada 4 Januari 2010. (AP Photo/Kamran Jebreili)

Pada Juni 2026, pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengizinkan turis Indonesia berkunjung ke negaranya menggunakan visa kunjungan (visa on arrival) berdurasi maksimal 14 hari. Untuk itu, sejumlah syarat wajib dipenuhi oleh yang bersangkutan.

Mengutip keterangan resmi Kementerian Luar Negeri UEA, dari laman mofa.gov.ae, turis Indonesia tersebut wajib memiliki izin tinggal yang sah yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat, negara anggota Uni Eropa, Inggris Raya, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, atau Kanada. Inisiatif itu mencerminkan kerangka kerja masuk dan tinggal yang fleksibel dari UEA dan komitmennya untuk memfasilitasi perjalanan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lancar bagi para pengunjung.

Dalam keterangan tertulis terpisah yang diterima Lifestyle Liputan6.com, dari VFS, izin tinggal yang dimaksud memiliki masa berlaku minimal enam bulan. Untuk Amerika Serikat, hanya yang memiliki Green Card yang masih berlaku yang berhak mendapat VoA, sedangkan visa pelajar tidak memenuhi syarat dalam program tersebut.

6 Negara Tambahan yang Bisa Akses Visa on Arrival

Ilustrasi pariwisata Dubai yang me-rebranding Pasar Emas menjadi Distrik Emas Dubai. (dok. Ahmed Aldaie/Unsplash)

Selain itu, pemohon harus memenuhi kriteria perjalanan tertentu, termasuk masa tinggal di UEA lebih dari 48 jam dan maksimal 14 hari. Tanggal kedatangan yang direncanakan juga harus berada dalam rentang 30 hari sejak tanggal pengajuan permohonan. Izin itu hanya tersedia bagi penumpang yang bepergian menggunakan Emirates serta memiliki tiket lanjutan atau tiket pulang-pergi yang telah terkonfirmasi.

VFS Global, penyedia layanan visa resmi bagi penumpang Emirates sejak 2002, akan memfasilitasi proses pengajuan visa melalui platform Dubai Visa Processing Centre (DVPC). Wisatawan yang memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan melalui portal daring yang dirancang untuk memberikan pengalaman pengajuan visa yang efisien dan nyaman.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan bahwa total ada enam negara tambahan yang berhak memperoleh visa kunjungan. Selain Indonesia, warga negara Vietnam, Thailand, Filipina, Kenya, dan Afrika Selatan juga berhak mendapatkan visa tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya