Baru Melantai di BEI, JECX Siap Bagikan Dividen hingga 50 Persen

pengelola RS Mata JEC (JECX) langsung siapkan kebijakan dividen maksimal 50% untuk investor, bahkan buka peluang bagi dividen interim tahun ini.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 07 Juli 2026, 16:40 WIB
Jajaran direksi PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), Budi Djatmiko, di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) mulai menyiapkan kebijakan pembagian dividen setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026).

Emiten pengelola jaringan rumah sakit mata JEC itu membuka peluang membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dengan porsi maksimal 50 persen dari laba bersih tahun berjalan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada investor setelah menjadi perusahaan terbuka. Meski demikian, besaran dividen nantinya tetap akan disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan serta kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis.

Presiden Direktur JECX, Johan A.M.M. Hutauruk, mengatakan rencana pembagian dividen telah dituangkan dalam prospektus perusahaan. Namun, pelaksanaannya tetap memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari likuiditas, modal kerja, hingga kebutuhan investasi.

“Realisasi pembagian dividen ini tentu akan diusulkan oleh direksi dengan tetap mempertimbangkan kondisi likuiditas, kecukupan modal kerja, serta rencana investasi pengembangan usaha perseroan ke depan. Keputusan finalnya wajib memperoleh persetujuan dari pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” kata Johan dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Jika Kas Memadai

Selain dividen tahunan, JECX juga mempertimbangkan kemungkinan membagikan dividen interim pada tahun buku 2026. Menurut Johan, keputusan tersebut baru akan diambil setelah manajemen mengevaluasi capaian kinerja operasional dan arus kas hingga akhir kuartal III–2026.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan profitabilitas dan kondisi kas yang memadai, usulan dividen interim akan diajukan kepada para pemegang saham untuk mendapatkan persetujuan.

"Mengenai peluang pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026, manajemen akan melakukan evaluasi mendalam terlebih dahulu terhadap realisasi kinerja keuangan operasional dan arus kas perseroan hingga penutupan kuartal ketiga tahun ini. Apabila pencapaian kinerja profitabilitas dinilai kuat dan memadai, barulah manajemen akan memformulasikan usulan dividen tersebut kepada pemegang saham," ujarnya.

 

Kinerja Operasional Capai 60 Persen

Jajaran direksi PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), Budi Djatmiko, di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). (Liputan6.com/Tira)

Lebih lanjut, Johan mengungkapkan posisi kas perseroan saat ini masih berada pada level yang kuat. Bahkan, realisasi operasional perusahaan telah mencapai sekitar 60 persen dari target yang dipatok sepanjang tahun 2026.

Meski demikian, manajemen tetap mewaspadai berbagai tantangan ekonomi yang berpotensi memengaruhi kinerja perseroan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian ialah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, karena sebagian alat kesehatan berteknologi tinggi dan obat-obatan yang digunakan JEC masih berasal dari impor.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan beban operasional perusahaan. Untuk mengantisipasinya, JECX akan memperkuat program efisiensi biaya agar tekanan terhadap margin usaha dapat diminimalkan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, JECX tetap optimistis prospek bisnis layanan kesehatan mata masih menjanjikan. Perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan pada kisaran 8 persen hingga 10 persen sepanjang 2026 dengan mengandalkan loyalitas pasien, kualitas layanan medis, serta ekspansi yang dilakukan secara terukur.

"Kami melihat ruang pertumbuhan masih terbuka lebar dengan proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan yang konservatif namun terukur berada di kisaran single digit hingga double digit rendah, sekitar 8 persen hingga 10 persen untuk tahun ini, yang disesuaikan dengan kapasitas penyerapan pasar," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya