Argentina vs Mesir: The Pharaoh Tidak Silau dengan Status Juara Bertahan La Albiceleste

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak takut untuk menghadapi Timnas Argentina.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 07 Juli 2026, 14:00 WIB
Pemain Timnas Mesir, Mohamed Salah dan Mostafa Zico, merayakan gol ke gawang Selandia Baru dalam laga Grup G Piala Dunia 2026 di BC Place Vancouver, Kanada, Senin (22/6/2026) pagi WIB. (Fran Santiago/Getty Images/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, menegaskan bahwa timnya tidak akan gentar menghadapi juara bertahan Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, The Pharaohs siap menghadapi pertandingan terbesar dalam sejarah mereka di ajang Piala Dunia.

Seperti yang sudah diketahui, Timnas Mesir melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 seusai mengalahkan Australia di babak 32 besar kemarin. Keberhasilan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya menjadi pencapaian penting bagi Mesir, dan kini mereka berambisi melangkah lebih jauh.

Namun di babak 16 besar nanti, Mesir mendapatkan lawan yang sangat berat. Mesir akan menghadapi Argentina di Atlanta Stadium pada Selasa dalam upaya melanjutkan perjalanan bersejarah mereka.

Di atas kertas, Argentina memang lebih diunggulkan atas Mesir. Namun Hossam menolak untuk mengibarkan bendera putih sebelum bertanding.

Simak penuturan pelatih Timnas Mesir itu di bawah ini.


Argentina Lawan yang Kuat

Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi, saat melawan Timnas Yordania. (Bola.com/Dok.AFP/Paul ELLIS).

Dalam konferensi persnya sebelum laga, Hossam tidak menampik bahwa timnya berstatus underdog di laga ini. Ia mengakui bahwa Argentina unggul di segala lini dari timnya.

"Argentina adalah tim yang luar biasa dan berstatus sebagai juara bertahan," kata Hossam Hassan dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Hossam juga menaruh respek terhadap kualitas Argentina, termasuk kehadiran Lionel Messi yang masih menjadi sosok kunci bagi La Albiceleste. Namun, ia menegaskan bahwa rasa hormat tidak berarti timnya akan bermain dengan rasa takut.

"Kami menghormati Argentina, tetapi kami tidak takut kepada mereka. Saya tahu mereka memiliki sosok legenda seperti Lionel Messi, tetapi kami akan memainkan permainan kami sendiri tanpa memikirkan nama besar lawan, meskipun mereka adalah juara bertahan," tegas Hossam Hassan.


Tidak Ada yang Tidak Mungkin

Trezeguet (7) Mesir merayakan golnya melawan Selandia Baru bersama rekan setimnya Mohamed Salah (10) selama pertandingan Grup G Piala Dunia antara Selandia Baru dan Mesir di Vancouver, British Columbia, Senin, 22 Juni 2026. (Timothy Matwey/The Canadian Press via AP)

Pelatih berusia 59 tahun itu mengakui laga nanti akan berjalan sangat sulit bagi kedua tim. Meski demikian, ia menegaskan Mesir datang dengan ambisi besar untuk menciptakan kejutan.

Ia menilai jika Mesir memberikan segalanya di laga ini, mereka punya peluang untuk menjegal langkah sang juara bertahan. "Namun, dalam sepak bola tidak ada yang mustahil," sambung sang pelatih.

"Kami memiliki ambisi yang besar dan kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah, baik bagi kami maupun bagi mereka," pungkasnya.

Sumber: Ahram

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya