Liputan6.com, Jakarta - Roberto Martinez mengonfirmasi bahwa dirinya resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih Timnas Portugal setelah kekalahan 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin (6/7). Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu menegaskan hasil tersebut tidak bisa dianggap sebagai sebuah kegagalan.
Portugal harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia setelah gol Mikel Merino pada menit ke-91 di Seattle Stadium memastikan kemenangan Spanyol sekaligus membawa La Roja melaju ke babak perempat final. Pertandingan tersebut juga menjadi penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia.
Advertisement
Martínez mulai menangani Portugal pada 2023 dan kontraknya memang berakhir setelah turnamen ini usai. Selama Piala Dunia 2026, Portugal datang dengan salah satu skuad paling bertalenta, yang diperkuat lini tengah berisi Vitinha, João Neves, dan Bruno Fernandes, serta Cristiano Ronaldo sebagai ujung tombak.
Meski Portugal tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan, Martínez menolak menyebut pencapaian timnya sebagai sebuah kegagalan.
"Kami tidak gagal. Kami kalah dalam sebuah pertandingan melawan salah satu tim favorit juara. Kami menunjukkan kualitas individu yang luar biasa. Dalam pertandingan besar melawan tim-tim besar, menang atau kalah ditentukan oleh detail-detail kecil," ujar Martinez.
Simak komentar lengkap sang pelatih di bawah ini.
Sudah Berikan Segalanya
Menurut Martinez, Timnas Portugal tidak bisa disebut gagal di Piala Dunia kali ini. Ia menyebut timnya sudah memberikan segalanya agar keluar sebagai pemenang laga ini.
"Anda baru bisa disebut gagal jika tidak berusaha untuk menang. Kami berusaha memenangkan pertandingan hingga menit terakhir."
Martinez juga menegaskan bahwa perjalanan Portugal di Piala Dunia tidak bisa dipandang secara sempit hanya dari hasil satu pertandingan.
"Bukan hanya Portugal. Tidak banyak negara yang mampu secara konsisten melaju hingga fase-fase akhir Piala Dunia. Sangat sulit untuk terus tampil konsisten dan selalu lolos."
"Ada banyak hal kecil yang menjadi pembeda, seperti bola yang membentur mistar gawang. Hal-hal seperti itulah yang sering menentukan hasil di Piala Dunia."
Sudah Benar Andalkan Ronaldo.
Selain itu, Martinez turut membela keputusannya mempertahankan Cristiano Ronaldo selama 90 menit penuh. Menurutnya, dalam situasi ketika Portugal membutuhkan gol, mengganti pencetak gol terbanyak tim justru bukan pilihan yang tepat.
"Ketika sebuah tim membutuhkan gol, Anda tidak bisa menarik keluar Cristiano Ronaldo. Dia mampu bermain selama 90 menit tanpa masalah."
"Keberadaannya memberikan ancaman, membuka ruang bagi rekan-rekannya, dan selalu berbahaya dalam situasi bola mati maupun bola-bola di dalam kotak penalti. Tidak masuk akal jika saya menggantinya."
Martinez mengakui bahwa apabila pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu, Gonçalo Ramos kemungkinan akan menjadi opsi yang tepat. Namun selama waktu normal, ia memilih mempertahankan struktur permainan tim.
"Jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, mungkin masuk akal untuk memainkan Gonçalo Ramos. Namun selama 90 menit kami harus menjaga struktur permainan. Bukan saat yang tepat untuk menarik keluar pencetak gol terbaik kami," tutup Martinez.
Sumber: beIN Sports