Liputan6.com, Jakarta - Jagat maya dihebohkan oleh rekaman video yang memperlihatkan aksi memilukan seorang anak perempuan berkebutuhan khusus berinisial H di Kota Sukabumi.
Bocah berusia 11 tahun yang menyandang status yatim piatu tersebut nekat membongkar ikatan jok sepeda motor warga hanya demi menghirup bensin. H diketahui mengidap ketergantungan akut terhadap aroma bahan bakar minyak (BBM).
Advertisement
Video berdurasi sekitar dua menit tersebut pertama kali diunggah oleh seorang warga bernama Putri Rahma di kawasan Cikole, Kota Sukabumi. Unggahan emosional ini menyita perhatian publik hingga ditonton lebih dari 7,2 juta kali di media sosial TikTok.
Dalam visual yang beredar luas, H terlihat dengan gigih berupaya melepaskan tali rafia yang mengunci jok motor demi bisa menjangkau tangki bensin di dalamnya. Perilaku menyimpang ini diketahui sudah berlangsung cukup lama.
Putri Rahma selaku pengunggah sengaja mengabadikan momen tersebut agar kondisi miris yang dialami H diketahui oleh otoritas terkait. Ia berharap ada tindakan medis ataupun penanganan sosial yang konkret.
"Video yang aku share itu kejadian hari kemarin dan anak itu sudah nyandu dari lama. Sebenarnya ini anak udah lama kaya gitu, jadi orang sekitar pun udah enggak aneh," kata Putri Rahma dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).
"Yang aku video itu bukan kali pertama. Kenapa aku biarin? Karena aku pengen orang lihat gimana nyandunya dia. Jujur sedih," tambah dia.
Fakta menyedihkan lainnya terungkap bahwa H merupakan seorang tunawicara dan tunarungu sejak lahir. Kisah hidupnya kian memilukan setelah kedua orang tuanya meninggal dunia setahun yang lalu.
Sering Lolos dari Pengawasan Keluarga
Saat ini H dirawat oleh kakak perempuannya. Namun, karena sang kakak juga harus mengasuh anak balita, H sering kali lolos dari pengawasan dan kabur berkeliaran di jalanan.
"Dia anak yatim piatu dan dirawat oleh kakak perempuannya yang juga memiliki anak kecil. Jadi dia bukan diterlantarkan, tapi memang anaknya sering kabur-kaburan," kata Putri.
Warga di sekitar Ciaul yang iba sering kali membantu memberi H makanan atau mengantarkannya pulang. Kendati demikian, warga kerap waswas karena H beberapa kali nyaris tertabrak kendaraan akibat keterbatasan pendengarannya.
Merespons video viral ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi memastikan bahwa penanganan terhadap kasus H sebenarnya sudah berjalan sejak lama.
"Kasus anak ini sudah kita tangani. Saya dan Pak Kadis pun pernah ke rumahnya. Bahkan sudah kami rujuk ke Spesialis Kejiwaan di RSUD Syamsudin," kata Sekretaris Dinsos Kota Sukabumi Lulis Delawati.
Dinsos sempat mencarikan panti rehabilitasi khusus di Jawa Barat untuk merawat H. Sayangnya, rencana tersebut terpaksa batal dan H ditolak berobat di sana tak lama setelah hasil tes kesehatannya keluar.
"Awalnya panti di Jabar mau terima. Tapi setelah lihat hasil tes kesehatannya, jadi nggak diterima sama Jabar,” jelas Lulis.
Sebagai langkah lanjutan, Dinsos Kota Sukabumi kini menggandeng Sentra Phalamartha, Unit Pelaksana Teknis Kemensos, untuk merumuskan solusi terbaik bagi pemulihan dan masa depan bocah H.