Serangan Rusia ke Kyiv Tewaskan 14 Orang

Rusia kembali melancarkan serangan ke Kyiv, Ukraina yang menewaskan 14 orang.

oleh Septian DenyDiterbitkan 06 Juli 2026, 20:07 WIB
Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi di samping gedung apartemen bertingkat yang rusak akibat serangan rudal dan pesawat tak berawak besar-besaran Rusia di Kyiv. (Roman PILIPEY/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Sedikitnya 14 orang tewas usai Rusia kembali melancarkan serangan ke Kyiv pada Senin. Ibu kota Ukraina tersebut menjadi sasaran serangan besar untuk kedua kalinya dalam sepekan.

Dikutip dari BBC, Senin (6/7/2026), Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Timur Tkachenko, mengatakan sedikitnya 11 orang tewas, sementara 46 lainnya mengalami luka-luka, termasuk lima anak-anak. Sedangkan tiga korban jiwa lainnya dilaporkan berada di wilayah sekitar Kyiv, menurut otoritas layanan darurat.

Tkachenko mengatakan operasi penyelamatan masih berlangsung di lebih dari 20 lokasi. Ia juga menyebut sejumlah gedung apartemen bertingkat di dua distrik mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Serangan itu terjadi sehari menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki, yang dijadwalkan menjadi ajang pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Beberapa jam sebelum serangan terjadi, Zelensky telah memperingatkan bahwa Moskow tengah menyiapkan gelombang serangan besar kedua ke Kyiv, menyusul serangan pada Kamis lalu yang menewaskan 30 orang.

Malam itu kembali menjadi malam yang mencekam bagi warga Kyiv. Suara ledakan keras dan dentuman sistem pertahanan udara Ukraina terdengar di berbagai penjuru kota. Seperti pada serangan sebelumnya, banyak warga memilih berlindung di stasiun bawah tanah.

Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko mengatakan rudal balistik Rusia menghantam sejumlah bangunan di berbagai wilayah kota. Serangan itu juga memicu kebakaran di beberapa kompleks apartemen.

Selain bangunan tempat tinggal, gudang penyimpanan dan sebuah bengkel garasi juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Saat pagi tiba, kerusakan parah terlihat di berbagai lokasi. Tiga blok apartemen dilaporkan runtuh sebagian, dengan beberapa di antaranya terkena hantaman rudal secara langsung.

Tim penyelamat hingga kini masih berupaya menjangkau warga yang diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Helikopter juga tampak hilir mudik di atas kota untuk mengambil air dari sungai dan memadamkan kebakaran yang dipicu oleh serangan tersebut.

 

Kyiv Kembali Jadi Target

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. (Foto: Dok. Instagram terverifikasi @zelenskiy_official)

Sebelum serangan terjadi, Zelensky mengatakan laporan intelijen menunjukkan bahwa Kyiv akan kembali menjadi target gelombang serangan Rusia untuk kedua kalinya dalam sepekan.

Pada Kamis malam sebelumnya, Rusia melancarkan rentetan serangan drone dan rudal yang memaksa puluhan ribu warga mengungsi ke stasiun metro saat sirene serangan udara berbunyi pada Jumat dini hari.

Ukraina menuduh Moskow sengaja menargetkan kawasan sipil dalam serangan tersebut yang menewaskan sedikitnya 30 orang. Sebaliknya, Rusia menyatakan sasaran mereka adalah fasilitas militer dan infrastruktur energi sebagai balasan atas serangan Ukraina terhadap pembangkit listrik dan fasilitas energi di wilayah Rusia.

Serangan timbal balik terus berlanjut semalam. Pasokan listrik di Kota Sevastopol, Krimea yang dikuasai Rusia, sempat terputus akibat serangan Ukraina.

Dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina meningkatkan serangan terhadap berbagai target di Semenanjung Krimea sebagai upaya menekan Kremlin agar bersedia kembali ke meja perundingan.

Namun, hingga kini Rusia justru memilih meningkatkan intensitas serangan mematikan terhadap Kyiv.

Menjelang KTT NATO, Zelensky kembali mendesak negara-negara sekutu agar tidak menunda pengiriman rudal pertahanan udara untuk menghadapi serangan rudal balistik Rusia.

"Setiap penundaan pengiriman rudal bagi pertahanan udara kami berarti hilangnya nyawa dan hanya akan mendorong Rusia untuk terus melanjutkan perang," tulis Zelensky melalui akun X.

Selain itu, Zelensky juga kembali meminta Amerika Serikat memberikan lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi rudal pertahanan udara Patriot.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya