3 Putra Ali Khamenei Hadiri Prosesi Pemakaman, Kecuali Mojtaba

Mendiang Ali Khamenei dan anggota keluarganya yang gugur dalam serangan AS-Israel akan dimakamkan pada 9 Juli.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 06 Juli 2026, 07:08 WIB
Seorang anak perempuan mengacungkan kepalan tangan dari atas bahu seorang pria saat para pelayat berkumpul dalam rangkaian upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah anggota keluarganya di Imam Khomeini Grand Mosalla, Teheran, Iran, Minggu, 5 Juli 2026. (Dok. AP Photo/Altaf Qadri)

Liputan6.com, Teheran - Tiga putra mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menampakkan diri ke publik dalam kemunculan yang jarang terjadi pada hari kedua prosesi pemakamannya, Minggu (5/7/2026). Namun, Mojtaba Khamenei, putra lainnya yang kini menjadi penerusnya, belum juga terlihat.

Televisi Iran menayangkan Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei sedang salat di belakang deretan peti jenazah yang diletakkan di halaman luas Imam Khomeini Grand Mosalla, kompleks keagamaan besar di Teheran.

Jenazah yang disemayamkan di lokasi itu termasuk Ali Khamenei, putrinya, menantu laki-lakinya, menantu perempuannya, serta cucu perempuannya yang berusia 14 bulan. Mereka semua gugur dalam serangan udara pada 28 Februari, hari pertama perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.

Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei dalam rangkaian upacara berkabung itu diyakini berkaitan dengan ancaman Israel terhadap keselamatannya. Ia belum pernah terlihat ataupun terdengar di hadapan publik sejak diangkat sebagai pemimpin tertinggi pada Maret. Banyak analis menilai keputusan itu diambil demi menjaga keselamatannya.

"Ribuan demi ribuan orang terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir … mereka membawa bendera Iran dan juga bendera merah yang melambangkan seruan balas dendam," lapor Tohid Asadi dari Al Jazeera di Teheran.

"Orang-orang menyerukan pembalasan atas darah pemimpin tertinggi. Teriakan 'Matilah AS' dan 'Matilah Israel' terdengar di tengah kerumunan."

Pemerintah Iran menggelar rangkaian prosesi pemakaman selama sepekan bagi mendiang pemimpin tertinggi itu, dalam sebuah unjuk duka publik yang sekaligus menampilkan loyalitas kepada Republik Islam.

Jenazah Ali Khamenei serta keluarganya akan dibawa dalam prosesi ke sejumlah situs suci syiah di negara tetangga Irak, seperti Karbala dan Najaf, serta ke Qom dan Mashhad di Iran. Di Mashhad, ia akan dimakamkan.

"Saya datang ke sini untuk meluapkan kemarahan dan menuntut balas," kata Gholamreza Sabooni, 29 tahun, pekerja toko kelontong, kepada kantor berita AP. "Mereka membunuh imam kami, kami harus membunuh pemimpin mereka, (Donald) Trump."

Setelah upacara persemayaman tertutup yang dihadiri pejabat senior Iran dan sejumlah pejabat asing, peti jenazah Khamenei ditempatkan di ruang terbuka pada Sabtu (4/7) untuk disaksikan publik, dengan penutup kaca di atasnya.

Sejumlah tokoh politik dan militer tertinggi Iran juga hadir dalam upacara pemakaman, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Komandan Pasukan Quds Esmail Qaani.

Salat jenazah yang dipimpin langsung oleh salah satu ulama Syiah paling senior di Iran, Ayatullah Jafar Sobhani, menarik kerumunan besar di Teheran, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan menguatnya desakan publik agar Iran membalas AS dan Israel.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya