Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Adrian Wicaksono menambah kepemilikan saham BRMS. Aksi pembelian saham BRMS ini untuk investasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (5/7/2026), Adrian Wicaksono membeli 400.000 saham BRSM dengan harga Rp 490 per saham pada 2 Juli 2026. Total nilai pembelian saham BRMS itu sekitar Rp 196 juta.
Advertisement
“Tujuan transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Setelah transaksi pembelian saham, Adrian memiliki 1.210.000 saham BRMS. Sebelumnya ia memiliki saham BRMS 810.000 saham BRMS.
Adapun harga saham BRMS ditutup naik menjadi Rp 484 per saham pada 2 Juli 2026 dari penutupan sebelumnya Rp 476 per saham.
Berdasarkan data RTI, harga saham BRMS ditutup naik 2,89% menjadi Rp 498 per saham pada 3 Juli 2026. Harga saham BRMS dibuka naik menjadi Rp 505 per saham dari Rp 484 per saham. Saham BRMS berada di level tertinggi Rp 520 dan terendah Rp 496 per saham.
Berdasarkan data RTI, harga saham BRMS ditutup naik 2,89% menjadi Rp 498 per saham pada 3 Juli 2026. Harga saham BRMS dibuka menguat menjadi Rp 505 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 484 per saham. Saham BRMS berada di level tertinggi Rp 520 dan terendah Rp 496 per saham. Total frekuensi perdagangan 19.463 kali dengan volume perdagangan saham 4.260.899 saham. Nilai transaksi Rp 215,7 miliar.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 2,28% menjadi 5.875,78. Indeks saham LQ45 bertambah 2,88% menjadi 581,78. Seluruh indeks saham acuan menghijau.
Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 5.899,30 dan terendah 5.805,92. Sebanyak 494 saham menguat sehingga angkat IHSG. 154 saham melemah dan 139 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.382.475 kali dengan volume perdagangan saham 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,5 triliun.
Kinerja 2025
Sebelumnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2025. Pertumbuhan pendapatan dan laba itu dinilai didorong harga jual emas dan kenaikan produksi.
PT Bumi Resources Minerals Tbk merap pendapatan USD 249,35 juta pada 2025, naik 54% dari periode sama tahun sebelumnya USD 162,34 juta. Seiring kenaikan pendapatan itu, laba bersih tumbuh 99% menjadi USD 50,08 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 25,12 juta. Laba usaha naik 118% dari USD 42,80 juta pada 2024 menjadi USD 93,18 juta.
Di sisi lain, penjualan emas naik 11% menjadi 2,236 kg pada 2025 dari 2024 sebesar 2,021 kh. Penjualan perak tumbuh 45% dari 4,266 kg pada 2024 menjadi 6,202 kg. Harga jual emas naik 38% menjadi USD 3.371 per ounce dari periode sama tahun sebelumnya USD 2.442 per ounce. Harga jual perak naik 5% menjadi USD 35,31 per ounce dari 2024 sebesar USD 26,26.
"Dua faktor yang menyebabkan peningkatkan kinerja keuangan BRMS. Pertama, produksi emas kami naik sebesar 11% dari tahun sebelumnya. Kedua, harga jual emas kami juga meningkat sebesar 38% dari tahun sebelumnya,” kata Direktur dan Chief Financial Officer BRMS, Charles Gobel, dikutip dari keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Sementara itu, Direktur Utama PT Citra Palu Minerals, anak usaha BRMS, Damar Kusumanto menuturkan, pihaknya mengantisipasi penurunan kadar emas dalam bijih yang diproses pada kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026 karena operasi pushback yang tengah berlangsung.
“Namun demikian, kami tetap berhasil memproduksikan sekitar 72.000 troy ounce emas di tahun 2025, yang mana merefleksikan 11% kenaikan dari produksi di tahun 2024. Setelah operasi pushback tersebut selesai,” kata dia.
Adapun perseroan untuk dapat kembali menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi di lokasi bukaan baru pada kuartal II 2026.
“Harapannya kami bisa mencapai sekitar 80.000 troy ounce produksi emas di tahun 2026 ini,” kata dia.
Produksi Emas
Direktur Utama BRMS, Agus Projosasmito menuturkan, salah satu pabrik emas perseroan saat ini menjalani proses peningkatan kapasitas produksi dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari.
“Peningkatan kapasitas pabrik tersebut akan diselesaikan pada kuartal IV 2026, dan diharapkan dapat meningkatkan produksi emas pada 2026,” kata dia.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan untuk dapat mulai aktivitas penambangan bijih dengan kadar emas tinggi (3.5-4,9 g/t) dari lokasi tambang bawah tanah pada semester kedua 2027. “Hal ini juga akan meningkatkan produksi emas BRMS pada 2027 dan 2028,” tutur dia.