Turki Investasi US$ 130 Juta ke KEK Sei Mangkei

PT Evyap Sabun Indonesia resmi beroperasi di KEK Sei Mangkei dengan investasi sekitar US$ 130 juta.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 04 Juli 2026, 17:15 WIB
Grand Opening Ceremony PT Evyap Sabun Indonesia di KEK Sei Mangkei. (Dok Kek.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei kembali menarik investasi asing. PT Evyap Sabun Indonesia resmi mengoperasikan fasilitas produksi di kawasan tersebut dengan nilai investasi sekitar US$ 130 juta. Investasi asal Turki ini diharapkan memperkuat hilirisasi industri berbasis kelapa sawit, meningkatkan daya saing ekspor Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian target investasi nasional.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang, mengatakan beroperasinya PT Evyap Sabun Indonesia menjadi bukti tingginya kepercayaan investor global terhadap iklim investasi di Indonesia.

"Investasi ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan pengembangan KEK dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan para stakeholder," ujarnya dikutip dari laman kek.go.id, Sabtu (4/7/2026)

Menurut dia, investasi tersebut juga semakin memperkuat posisi KEK sebagai kawasan industri manufaktur berorientasi ekspor yang mampu menarik investasi asing dalam jumlah besar.

Masuknya investasi PT Evyap Sabun Indonesia turut memperbesar kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) di kawasan ekonomi khusus. Hingga Semester I 2025, sekitar 73% dari total investasi di KEK berasal dari PMA, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sekitar 27%.

 

Realisasi Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang. (Dok kek.go.id)

Secara keseluruhan, realisasi investasi di seluruh KEK telah mencapai Rp 153,3 triliun yang berasal dari 153 perusahaan.

Sementara itu, hingga Triwulan I 2026, KEK Sei Mangkei membukukan investasi kumulatif sebesar Rp 31,8 triliun dan berhasil menciptakan 14.689 lapangan kerja.

Lokasinya yang berada di jalur strategis Selat Malaka menjadikan KEK Sei Mangkei memiliki akses langsung ke jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa, hingga Afrika.

Melalui investasi tersebut, KEK Sei Mangkei semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan industri hilir berbasis kelapa sawit di Indonesia.

PT Evyap Sabun Indonesia membangun fasilitas produksi selama sekitar tiga tahun sejak Maret 2023. Kini pabrik tersebut telah beroperasi dan memproduksi berbagai produk oleokimia, seperti fatty acids, glycerin, soap noodles, hingga berbagai produk jadi untuk memenuhi permintaan pasar global.

Perusahaan tersebut memiliki tiga fasilitas produksi dengan kapasitas gabungan mencapai 650.000 ton per tahun dan saat ini melayani lebih dari 600 pelanggan di 55 negara.

 

Tawarkan One-Stop Solution

CEO Life Chemistry Evyap, Saw Lee Chyan, mengatakan keberadaan KEK Sei Mangkei mempercepat proses pembangunan pabrik berkat layanan yang terintegrasi.

"Keberadaan KEK Sei Mangkei sangat membantu kami mempercepat proses pembangunan hingga fasilitas produksi dapat segera beroperasi dibandingkan di lokasi lain. Hal ini karena KEK Sei Mangkei menawarkan layanan yang terintegrasi sebagai one-stop solution bagi kawasan industri," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Heldy Satrya Putera, menilai investasi tersebut akan memperkuat industri hilir nasional.

"Produksi Evyap di Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok domestik dan memperkokoh posisi Indonesia dalam industri oleokimia global. Investasi ini juga menciptakan lapangan kerja berkualitas, mengembangkan kapabilitas industri dalam negeri, mendorong alih teknologi, memperkuat pemasok domestik, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai manufaktur global," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya