Fokus pasar terhadap rilis kinerja keuangan perusahaan dan klaim pengangguran Amerika Serikat (AS) turun berimbas positif ke bursa saham Asia menjelang akhir pekan ini.
Indeks saham acuan regional MSCI Asia Pacific menguat 0,8% menjadi 132,60 pada pukul 09.18 waktu Tokyo. Penguatan itu menahan pelemahan indeks saham acuan ini menjadi 1,6% pada pekan ini.
Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei menguat 1,9% ke level 14.427. Penguatan indeks saham ini diikuti indeks saham Jepang Topix naik 1,8%. Indeks saham Korea Selatan menguat 0,6%.
Selain itu, indeks saham Australia menguat 0,7%. Indeks saham Selandia Baru NZX 50 naik 0,4%. Bursa saham China dijadwalkan buka hari ini setelah liburan tahun baru Imlek.
"Fundamental masih terlihat bagus, dan ekonomi global diperkirakan akan tumbuh lebih cepat pada tahun ini dari pada tahun lalu. Itu memberikan dampak positif," kata Stephen Halmarick, Head of Invesment Markets Colonial First State Global Asset Management, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Jumat (7/2/2014).
Rilis kinerja sejumlah perusahaan di bursa Asia memberikan sentimen positif untuk pergerakan saham. Salah satunya saham Honda Motor Co yang menguat 1,9% setelah melaporkan mendapatkan pendapatan cukup baik di Amerika Utara.
Saham Sony Corp naik 3,7% setelah perseroan mengumumkan reorganisasi dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara itu, saham Aurora Oil and Gas melonjak 55% di bursa saham Australia setelah Baytex Energy Corp setuju untuk membeli perusahaan itu.
Adapun sentimen global seperti data klaim pengangguran AS juga berdampak positif. Berdasarkan rilis Departemen Tenaga Kerja, klaim awal pengangguran turun untuk pertama kalinya dalam tiga minggu. Klaim pengangguran turun 20 ribu menjadi 331 ribu pada 1 Februari 2014. Sedangkan survei Bloomberg untuk nonfarm payrolls AS tumbuh sebesar 180 ribu setelah naik 74 ribu pada Desember.
Penutupan Wall Street
Bursa saham AS mencatatkan kenaikan setelah penurunan aplikasi untuk asuransi pengangguran turun. Hal itu mendorong kepercayaan dalam perekonomian.
Indeks saham Dow Jones menguat 188,3 poin atau 1,225 menjadi 15.628,53. Sementara itu, indeks saham S&P 500 naik 21,79 poin atau 1,24% menjadi 1.773,43. Selanjutnya indeks saham Nasdaq menguat 45,57 poin atau 1,14% menjadi 4.057,12.
Reli indeks saham datang menjelang laporan payroll pada Januari. Pelaku pasar memperkirakan cuaca ekstrim terjadi memberikan sentimen negatif untuk data pekerjaan. Adapun klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun menjadi 331 ribu.
"Investor baru-baru ini telah memilh untuk melihat data, dan tidak fokus untuk pada hal positif. Cuaca buruk memang telah mempengaruhi jadwal penerbangan dan penutupan bisnis. Kami berharap data payrollss membaik," kata Jack Ablin, Chief Investment Officer BMO Private Bank.
Selain data ekonomi yang memberikan sentimen positif, hasil kinerja Disney yang melampaui perkiraan juga direspon positif. Saham Walt Disney naik 5,3% menjadi US$ 75,56.
Saham Coke naik 1,1% menjadi US$ 38,03. Saham SodaStream International naik 7,2% menjadi US$ 38,35. Adapun volume perdagangan saham sekitar 6,9 miliar saham di bursa saham AS. Angka ini di bawah rata-rata 7,9 miliar dari lima sesi terakhir. (Ahm)
Indeks saham acuan regional MSCI Asia Pacific menguat 0,8% menjadi 132,60 pada pukul 09.18 waktu Tokyo. Penguatan itu menahan pelemahan indeks saham acuan ini menjadi 1,6% pada pekan ini.
Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei menguat 1,9% ke level 14.427. Penguatan indeks saham ini diikuti indeks saham Jepang Topix naik 1,8%. Indeks saham Korea Selatan menguat 0,6%.
Selain itu, indeks saham Australia menguat 0,7%. Indeks saham Selandia Baru NZX 50 naik 0,4%. Bursa saham China dijadwalkan buka hari ini setelah liburan tahun baru Imlek.
"Fundamental masih terlihat bagus, dan ekonomi global diperkirakan akan tumbuh lebih cepat pada tahun ini dari pada tahun lalu. Itu memberikan dampak positif," kata Stephen Halmarick, Head of Invesment Markets Colonial First State Global Asset Management, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Jumat (7/2/2014).
Rilis kinerja sejumlah perusahaan di bursa Asia memberikan sentimen positif untuk pergerakan saham. Salah satunya saham Honda Motor Co yang menguat 1,9% setelah melaporkan mendapatkan pendapatan cukup baik di Amerika Utara.
Saham Sony Corp naik 3,7% setelah perseroan mengumumkan reorganisasi dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara itu, saham Aurora Oil and Gas melonjak 55% di bursa saham Australia setelah Baytex Energy Corp setuju untuk membeli perusahaan itu.
Adapun sentimen global seperti data klaim pengangguran AS juga berdampak positif. Berdasarkan rilis Departemen Tenaga Kerja, klaim awal pengangguran turun untuk pertama kalinya dalam tiga minggu. Klaim pengangguran turun 20 ribu menjadi 331 ribu pada 1 Februari 2014. Sedangkan survei Bloomberg untuk nonfarm payrolls AS tumbuh sebesar 180 ribu setelah naik 74 ribu pada Desember.
Penutupan Wall Street
Bursa saham AS mencatatkan kenaikan setelah penurunan aplikasi untuk asuransi pengangguran turun. Hal itu mendorong kepercayaan dalam perekonomian.
Indeks saham Dow Jones menguat 188,3 poin atau 1,225 menjadi 15.628,53. Sementara itu, indeks saham S&P 500 naik 21,79 poin atau 1,24% menjadi 1.773,43. Selanjutnya indeks saham Nasdaq menguat 45,57 poin atau 1,14% menjadi 4.057,12.
Reli indeks saham datang menjelang laporan payroll pada Januari. Pelaku pasar memperkirakan cuaca ekstrim terjadi memberikan sentimen negatif untuk data pekerjaan. Adapun klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun menjadi 331 ribu.
"Investor baru-baru ini telah memilh untuk melihat data, dan tidak fokus untuk pada hal positif. Cuaca buruk memang telah mempengaruhi jadwal penerbangan dan penutupan bisnis. Kami berharap data payrollss membaik," kata Jack Ablin, Chief Investment Officer BMO Private Bank.
Selain data ekonomi yang memberikan sentimen positif, hasil kinerja Disney yang melampaui perkiraan juga direspon positif. Saham Walt Disney naik 5,3% menjadi US$ 75,56.
Saham Coke naik 1,1% menjadi US$ 38,03. Saham SodaStream International naik 7,2% menjadi US$ 38,35. Adapun volume perdagangan saham sekitar 6,9 miliar saham di bursa saham AS. Angka ini di bawah rata-rata 7,9 miliar dari lima sesi terakhir. (Ahm)