IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.754 di Tengah Kejatuhan Bursa Asia

IHSG hari ini, Kamis (2/7/2026), dibuka menguat 1,01% ke level 5.754,50 pada awal sesi. Pergerakan positif ini terjadi di tengah rontoknya bursa saham Asia.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Juli 2026, 09:09 WIB
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal sesi perdagangan saham Kamis (2/7/2026). Pergerakan positif IHSG hari ini terjadi di tengah tekanan hebat yang melanda pasar saham Asia.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke level 5.709,84 dari penutupan sebelumnya di angka 5.695,11. Pada pukul 09.06 WIB, IHSG terpantau masih menghijau dengan kenaikan 1,01% ke level 5.754,50.

Indeks saham LQ45 juga ikut menghijau dengan kenaikan 1,06% ke level 562,81. Pada awal perdagangan ini, seluruh indeks saham acuan tercatat menguat.

Pada awal sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.735,10 dan level terendah 5.704,49. Sebanyak 270 saham bergerak menguat sehingga menjadi motor pendorong IHSG. Sementara itu, 171 saham melemah dan 207 saham stagnan atau diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 80.945 kali dengan volume perdagangan mencapai 1,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham berada di angka Rp 800 miliar. Di sisi lain, posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di kisaran Rp 17.963.

Mayoritas sektor saham bergerak di zona hijau. Sektor saham industri memimpin dengan kenaikan terbesar hingga 1,77%. Sektor saham basic (bahan baku) menyusul dengan kenaikan 1,01%, dan sektor saham keuangan menguat 0,60%.

Sebaliknya, sektor saham infrastruktur mengalami tekanan dengan pelemahan sebesar 0,35%, disusul oleh sektor saham transportasi yang turun 0,19%.

Di kawasan regional, bursa Asia mayoritas dibuka melemah pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Indeks Kospi Korea Selatan menjadi yang paling tertekan setelah anjlok 5,36% saat pembukaan perdagangan. Penurunan tajam tersebut bahkan mendorong Korea Exchange (KRX) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan selama lima menit untuk meredam volatilitas pasar.

Tak hanya Kospi, indeks saham berkapitalisasi kecil di Korea Selatan, Kosdaq, juga ikut melemah sebesar 3,55%.

Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,70%. Berbeda dengan Nikkei, indeks Topix terpantau masih mampu menguat tipis 0,13%.

IHSG Diprediksi Tergelincir

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang turun pada perdagangan saham Kamis, (2/7/2026). IHSG hari ini menguji 5.472-5.540. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,92% ke 5.695 disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Rabu, 1 Juli 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi. IHSG menguji 5.472-5.540.

“Namun, cermati skenario merah di mana IHSG saat ini membentuk bagian awal dari wave [iv] dari wave 3,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistance 6.007,6.286.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG berpotensi menguat terbatas. IHSG akan bergerak di level support dan resistance di 5.320-5.735. “Potensi koreksi IHSG masih terjadi, tetap hati-hati,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Rekomendasi Saham

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Selain itu, Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness

Saham ANTM menguat 0,77% ke 2.610 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi pergerakan ANTM sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (Y),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.290-2.430

Target Price: 2.920, 3.310

Stoploss: below 2.240

 

2.PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Buy on Weakness

Saham BIPI menguat 1,79% ke 114 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Posisi BIPI saat ini diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave 5 dari wave (C),” kata dia.

Buy on Weakness: 93-112

Target Price: 151, 188

Stoploss: below 83

 

3.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness

Saham BRPT menguat 7,39% ke 1.380 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi BRPT saat ini membentuk bagian dari wave [c] dari wave 5 dari wave (A).

Buy on Weakness: 980-1.170

Target Price: 1.580, 1.950

Stoploss: below 865

 

4.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Buy on Weakness

Saham PGAS bergerak flat ke 1.365 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi PGAS saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (A),” kata dia.

Buy on Weakness: 1.300-1.335

Target Price: 1.460, 1.635

Stoploss: below 1.275

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya