Liputan6.com, Jakarta - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, tidak mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Asst. Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan aktivitas penerbangan, baik lepas landas (take off) maupun mendarat (landing), masih berlangsung normal.
Advertisement
"Hingga saat ini kondisi operasional di Bandara Soekarno-Hatta masih berjalan normal. Aktivitas take off maupun landing pesawat berlangsung seperti biasa," kata Yudistiawan dikutip dari Antara, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, sejak kebakaran terjadi pada Selasa kemarin, seluruh layanan penerbangan maupun aktivitas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta tetap berjalan aman dan lancar.
Lokasi kebakaran diketahui berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu (runway) Bandara Soekarno-Hatta.
Meski asap tebal masih terlihat menyelimuti kawasan TPA Jatiwaringin, kondisi tersebut belum memengaruhi jalur penerbangan.
"Alhamdulillah, hingga saat ini belum terdampak," ujarnya.
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan pemantauan terhadap kebakaran yang hingga Rabu pagi belum sepenuhnya berhasil dipadamkan dan berpotensi meluas.
Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan seluruh jajaran terkait segera melakukan asesmen lanjutan di lokasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta memperkuat upaya pemadaman.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar, sementara titik api berada di tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau petugas.
Selain itu, embusan angin yang cukup kencang dan cuaca panas membuat kobaran api lebih cepat menyebar ke berbagai titik.
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing guna mendukung proses pemadaman dari udara.
"Kita datangkan dua helikopter water bombing (pengebom air) dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," kata Suharyanto.
Di darat, upaya pemadaman juga terus dilakukan dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi. Petugas saat ini memfokuskan penyemprotan pada area yang masih dapat dijangkau guna menahan laju penyebaran api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.