Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian kompak merosot pada Rabu, (1/7/2026). Koreksi logam mulia dari tiga produk itu di kisaran Rp 5.000-Rp 6.000.
Mengutip Antara, harga emas buatan Galeri24 turun Rp 5.000 menjadi Rp 2.600.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.605.000 per gram. Demikian juga harga emas Antam susut Rp 6.000 menjadi Rp 2.730.000 dari perdagangan kemarin Rp 2.736.000 per gram. Lalu diikuti harga emas buatan UBS merosot Rp 5.000 menjadi Rp 2.612.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.617.000 per gram.
Advertisement
Akan tetapi, harga itu sewaktu-waktu dapat berubah. Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara Antam di Pegadaian hanya hingga 10 gram.
Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian dari masing-masing produk dikutip dari Antara:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.364.000
- 1 gram: Rp 2.600.000.
- 2 gram: Rp 5.136.000
- 5 gram: Rp 12.745.000
- 10 gram: Rp 25.423.000
- 25 gram: Rp 63.214.000
- 50 gram: Rp 126.328.000
- 100 gram: Rp 252.531.000
- 250 gram: Rp 629.775.000
- 500 gram: Rp 1.259.548.000
- 1.000 gram: Rp 2.519.096.000
Antam
- 0,5 gram: Rp 1.418.000
- 1 gram: Rp 2.730.000
- 2 gram: Rp 5.398.000
- 5 gram: Rp 13.416.000
- 10 gram: Rp 26.775.000
- 25 gram: Rp 66.807.000
- 50 gram: Rp 133.531.000
- 100 gram: Rp 266.981.000
UBS
- 0,5 gram: Rp 1.412.000
- 1 gram: Rp 2.612.000
- 2 gram: Rp 5.183.000
- 5 gram: Rp 12.807.000
- 10 gram: Rp 25.480.000
- 25 gram: Rp 63.573.000
- 50 gram: Rp 126.885.000
- 100 gram: Rp 253.671.000
- 250 gram: Rp 633.990.000
- 500 gram: Rp 1.266.490.000
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026 (Rabu pagi Jakarta). Harga emas berada di jalur penurunan kuartalan paling tajam dalam 13 tahun seiring kekhawatiran inflasi yang berasal dari konflik Timur Tengah memperkuat harapan the Federal Reserve (the Fed) dapat menaikkan suku bunga.
Mengutip CNBC, Rabu, (1/7/2026), harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 4.008,94 per ons setelah mencapai level terendah sejak November. Harga emas merosot 11,3% pada Juni 2026.
Sementara itu, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Agustus merosot 0,4% menjadi US$ 4.022,70 per ons.
Di antara logam lainnya, harga perak turun 0,8% menjadi US$ 58.2585 per ons. Harga perak menuju penurunan kuartalan terburuk sejak kuartal pertama 2020.
Harga platinum merosot 0,7% menjadi US$ 1.564,34 dan paladium naik 0,2% menjadi US$ 1.215,94. Dua logam itu berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan dan kuartalan.
Adapun logam mulia menuju penurunan kuartalan pertama sejak 2024, dan koreksi paling tajam sejak kuartal Juni 2013.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Meskipun emas biasanya dilihat sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani logam yang tidak memberikan imbal hasil ini.
"Pasar agak gelisah tentang seberapa stabil (nota kesepahaman) tersebut dan ada tekanan pada emas karena orang-orang tidak melihat banyak harapan di ujung terowongan,” ujar analis Marex, Edward Meir.
Para utusan utama AS yang telah tiba di Doha tidak akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Iran, kata seorang pejabat Qatar.
Hal itu menimbulkan keraguan tentang kemajuan upaya untuk menghentikan perang Iran secara permanen.
Sementara itu, inflasi AS tetap tinggi dan jauh di atas target 2% Federal Reserve (the Fed). Pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lama dan bahkan mungkin mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut, kata Meir, mencatat bahwa ekspektasi ini membebani harga emas.
Para pedagang memperkirakan sekitar 65% kemungkinan kenaikan suku bunga pada September, menurut alat CME FedWatch. Investor kini mengamati data ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis pada hari Rabu dan data penggajian non-pertanian AS yang akan dirilis pada Kamis untuk mengukur lebih lanjut sikap kebijakan moneter The Fed.
Sementara itu, survei OMFIF menunjukkan bank sentral lebih cenderung mengurangi eksposur dolar AS selama dekade berikutnya karena meningkatnya kekhawatiran geopolitik, sambil meningkatkan kepemilikan emas dalam jangka pendek.